PILIHAN REDAKSI

Perbedaan Jadikan Kekuatan, Ansor Pasbar Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama

BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah lesunya gerakan organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Pasaman Barat, Gerakan Pemuda Ansor tern...

Advertorial

Pengamat Militer soal Pengganti Kasad: Letjen Dudung Abdurachman Lebih Berpeluang Dibanding Eko Margiyono

          Pengamat Militer soal Pengganti Kasad: Letjen Dudung Abdurachman Lebih Berpeluang Dibanding Eko Margiyono
BENTENGSUMBAR.COM - Pengamat Militer dari Universitas Kristen Indonesia (UKI), Dr. Sidratahta Mukhtar mengatakan, Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Dudung Abdurachman berpeluang besar menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dibandingkan Kasum TNI Letjen Eko Margiyono.

"Pak Dudung memiliki jasa mengatasi politik Jakarta yang sangat genting. Lalu beliau efektif dalam kampanye militer dan itu prasyarat profesionalis militer. Dalam efektifitas itu, menurut saya berhasil," katanya di komplek parlemen, Senin, 8 November 2021.

Meski begitu, lanjutnya, Letjen Eko Margiyono dinilai mampu meredem situasi agar konflik garis keras bisa mereda.

"Mungkin kalau dari Pak Eko, bisa dikatakan meredam situasi. Misalnya, komunitas seperti kelompok garis keras. Radikal itu relatif bisa diatasi dengan record Pak Eko yang nggak terlalu muncul sebelumnya, sehingga ketika muncul Pak Eko bisa lebih merangkul," ucapnya.

Sidratahta Mukhtar kembali menegaskan, Dudung mampu melaukan pendekatan militer yang agresif.

"Meskipun dalam kondisi militer tertentu hal tersebut diperlukan," katanya.

Ia menilai, Panglima TNI yang akan datang (Jenderal Andika Perkasa, red) akan menghitung aspek itu.

"Itu preorogatif, meski banyak pihak yang menyebut Dudung tapi dari sisi kepentingan pertahanan secara umum," tegasnya.

Sementara pertimbangan kepada Eko Margiyono itu lebih mudah kalau ingin mengubah pendekatan menjadi pendekatan yang lebih humanis.

"Utamanya mereka yang secara psikologis merasa ditekan (misal terhadap FPI, red) karena bagaimana pun meski kelompok FPI secara formal sudah mati, tapi anatomi pergerakan tetap ada. Pak Eko bisa diharapkan untuk hal tersebut, cuma Pak Dudung (sulit, red ) karena cenderung keras," tegasnya. (Poskota)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...