PILIHAN REDAKSI

Perbedaan Jadikan Kekuatan, Ansor Pasbar Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama

BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah lesunya gerakan organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Pasaman Barat, Gerakan Pemuda Ansor tern...

Advertorial

ProDem Iwan Sumule Curiga Bisnis PCR Luhut dan Erick Atas Perintah Jokowi

          ProDem Iwan Sumule Curiga Bisnis PCR Luhut dan Erick Atas Perintah Jokowi
BENTENGSUMBAR.COM – Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Iwan Sumule kembali menyoroti dugaan keterlibatan menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan bisnis PCR.

Mulanya, Iwan mengatakan, di era Orde Baru (Orba), ada seorang menteri yang dikenal sangat penurut dengan Presiden Soeharto.

Indikasinya, setiap apa yang dinyatakan selalu diawali ‘atas petunjuk Bapak Presiden’.

Dia pun bertanya-tanya, apakah tindakan semacam itu kembali terjadi di era Jokowi.

Apalagi saat munculnya nama-nama menteri Jokowi yang disebut terlibat dengan bisnis PCR untuk Covid-19.

“Di era Presiden Jokowi, apakah yang dilakukan Luhut dan menteri-menteri lainnya dalam melakukan bisnis (PCR, Vaksin, Obat,) dan juga korupsi atas petunjuk Bapak Presiden?” ujarnya kepada wartawan, Minggu, 7 November 2021.

Lebih lanjut, Iwan mengingatkan bahwa perilaku menteri yang koruptif hingga melakukan KKN dalam mengelola negara bisa sangat berdampak buruk bagi Jokowi.

Bisa saja, kata dia, Jokowi menjadi presiden pertama yang diadili dan dipenjara.

“Yang seperti ini bisa membuat Presiden Joko Widodo menjadi presiden pertama yang diadili dan dipenjara,” tuturnya.

“Bukan saja atas tindakan korupsi, tapi juga atas kejahatan-kejahatan kemanusiaan,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, eks Direktur Publikasi dan Pendidikan Publik Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Agustinus Edy Kristianto membeberkan sejumlah nama menteri yang disebut terafiliasi dengan bisnis tes Covid-19 baik PCR maupun Antigen.

Melalui akun Facebook pribadinya, Edy menyebut sejumlah nama yakni, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Kedua menteri ternama ini diduga terlibat dalam pendirian perusahaan penyedia jasa tes Covid-19, PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Edy menyampaikan, PT GSI lahir dari PT Toba Bumi Energi dan PT Toba Sejahtra, anak PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yang sebagian kecil sahamnya dimiliki oleh Luhut.

Selain itu, PT GSI juga dilahirkan oleh PT Yayasan Adaro Bangun Negeri yang berkaitan dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO), 6,18 persen sahamnya dimiliki Boy Thohir yang tak lain adalah saudara dari Erick Thohir. (Galamedia)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...