PILIHAN REDAKSI

Tak Kunjung Ada Sekda Defenitif, Gubernur Tunjuk Kepala Biro Organisasi Sebagai Pj Sekda Padang, Begini Kata Arfian

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menunjuk Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Fi...

Advertorial

Puan Maharani Soroti Kreativitas Pemanfaatan Teknologi Demi Menunjang Pendidikan

          Puan Maharani Soroti Kreativitas Pemanfaatan Teknologi Demi Menunjang Pendidikan
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani menyoroti pentingnya meningkatkan kreativitas dalam penggunaan dan pemanfaatan teknologi demi menunjang dunia pendidikan. Hal itu diungkapkannya melihat karena adanya Covid-19 membuat setidaknya 127 juta sekolah di seluruh dunia terkena dampak dan kebutuhan teknologi semakin meningkat.

Sedangkan di Indonesia sendiri, terdapat 407 ribu sekolah, dengan jumlah 3,4 juta guru dan 56 juta siswa yang merasakan dampaknya secara langsung. “Kebutuhan teknologi ini harus kita siasati dengan kreativitas maksimal dalam pengadaan fasilitas serta infrastrukturnya,” kata Puan.

Puan mengacungkan jempol pada Kemendikbud Ristek yang menyikapi kebutuhan ini dengan sudah menyiapkan beberapa program kebijakan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Di antaranya adalah transformasi digital dengan percepatan perluasan akses dan infrastruktur digital dan layanan internet, persiapan roadmap transformasi digital di sektor-sektor strategis, (sektor pemerintahan, layanan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri dan penyiaran), percepatan integrasi pusat data nasional, menyiapkan kebutuhan SDM talenta digital, hingga regulasi terkait skema pendanaan dan pembiayaan.

Sehingga, saat ini sudah banyak tersebar akses internet di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. Untuk penyebaran sekolah yang memiliki listrik dan internet sendiri meliputi, sekolah dasar (SD) sebanyak 149.076, SMP sebanyak 40.501, SMA sebanyak 13.843, dan SMK sebanyak 14. 299. Jika dijumlahkan semuanya yakni sebanyak 218.209.

“Pandemi yang melanda ini membuka mata kita akan pentingnya infrastruktur internet dan teknologi di bidang pendidikan. Tentunya ada banyak tantangan yang harus dihadapi oleh para pendidik, tapi semua bukan berarti tidak bisa dilakukan. Kendala itu harus dicari jalan keluarnya dan dihadapi,” ujar Puan.

Selama hampir dua tahun ke belakang, pengajar, siswa dan orang tua menyesuaikan diri dengan penggunaan teknologi yang ada untuk sekolah, bagaimana cara mereka menyampaikan materi, bagaimana membangun keterlibatan siswa saat sekolah daring, dan masih banyak lagi yang lainnya. Saat ini, kita perlu untuk strategi untuk menghadapi permasalahan ke depannya.

Sarana yang bisa menunjang pembelajaran harus lebih ditingkatkan. Pemerataan akses untuk teknologi dan digital juga harus diperbaiki. Menurut Puan, hal itu penting dilakukan sebagai antisipasi pada masa berikutnya. Pasalnya, pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi sudah pasti akan lebih dibutuhkan di masa depan.

“Kita harus semakin bisa dan mampu untuk belajar dan beradaptasi dengan teknologi. Fasilitas pun harus dilengkapi, mulai dari handphone, laptop, atau komputer. Apalagi kuota dan koneksi internet yang menjangkau sampai ke daerah. Harus ada peningkatan terus hingga ke pelosok,” kata Puan.

Menurut Puan, jangan sampai ketika dibutuhkan untuk sekolah, siswa atau tenaga pengajar menghadapi kehabisan kuota atau susah sinyal. Semua wilayah di Indonesia harus memiliki akses internet yang memadai sekaligus fasilitas yang dibutuhkan untuk kebutuhan pembelajaran.

“Kita menyadari bahwa pandemi menjadi batu loncatan bagi para tenaga pendidik untuk beradaptasi dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran jarak jauh atau daring. Jika biasanya mereka mengajar dengan menggunakan metode konvensional atau tatap muka, kini mereka harus memberikan materi melalui Google Classroom, Zoom, dan sejenisnya. Keluwesan itu harus dipertahankan,” ujar Puan.

Perkembangan teknologi harus terus akrab dengan dunia pendidikan dan dikalangan gurus, siswa serta orang tua. “Kita tidak bisa lagi mundur dan berubah ke cara lama. Kondisi sekarang sudah berbeda dan harus berakrab diri dengan kecanggihan teknologi,” ujar Puan.

Puan pun turut pula memperhatikan perbedaan kesulitan kondisi yang yang ditemukan. Kesulitan itu bukan hanya soal gagap teknologi (gaptek) di kota, terlebih lagi bagi mereka yang tinggal di pelosok, bukan kota besar. Sebab, bisa jadi ada yang belum pernah memanfaatkan metode  pembelajaran daring sebelumnya, sehingga kesulitan pun dirasakan ketika harus menggunakan teknologi dalam metode pembelajaran.

Meski begitu, di luar segala kesulitan dan tantangan yang dihadapi, ada hikmah yang bisa dirasakan oleh semua pihak yang terlibat. Penggunaan teknologi untuk kebutuhan belajar mengajar pada akhirnya bisa memudahkan dan memberikan manfaat secara nyata.

“Penggunaan teknologi informasi di dunia pendidikan harus dimaksimalkan demi metode pembelajaran yang fleksibel dan generasi muda kita tetap mendapatkan pendidikan yang sebaik-baiknya. Pendidikan itu wajib dan tidak bisa diremehkan. Maka, kita harus serius dalam pengadaan fasilitas dan teknologinya,” kata Puan.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »