PILIHAN REDAKSI

Gugatan Syafrial Kani cs Ditolak PN Padang, Pengurus KAN Pauh IX Lega: Ini Demi Marwah Nagari

BENTENGSUMBAR.COM - Akhirnya Pengadilan Negeri Padang memutuskan menolak gugatan yang dilayangkan Syafrial Kani Datuk Rajo Jambi dan Zulhen...

Advertorial

Puan Maharani Soroti Pentingnya Pancasila dan Nasionalisme dalam PAUD

          Puan Maharani Soroti Pentingnya Pancasila dan Nasionalisme dalam PAUD
Puan Maharani Soroti Pentingnya Pancasila dan Nasionalisme dalam PAUD
BENTENGSUMBAR.COM - Puan Maharani menyoroti pentingnya memasukan Pancasila dan nasionalisme dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Menurutnya, PAUD pada dasarnya mempengaruhi pembentukan karakter anak, sehingga sejak dini anak-anak sepatutnya mendapatkan pengajaran tentang mencintai serta mempertahankan kesatuan bangsa. Apalagi, Pancasila juga memiliki makna luas yang mengandung banyak kebaikan.

“Sudah sepantasnya sejak dini anak-anak ditanamkan karakter bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Karena, banyak sekali nilai kebaikannya. Pertama, Pancasila mengajarkan kita hidup dalam nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaaan, persatuan komunikasi dalam musyawarah, keadilan, dan tentunya gotong royong,” ujar Puan di Jakarta.

Dari sana, lanjut Puan, pembentukan karakter bangsa bisa menjadi sumber daya yang berakhlak, maju, dan berkemanusiaan. Bung Karno pun, menurutnya, memperkenalkan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara kita Indonesia karena ingin menularkan karakter serta kebaikan di dalamnya untuk seluruh generasi bangsa.

“Menanamkan Pancasila dan nasionalisme sejak dini berarti memberikan jati diri dan akar untuk anak-anak kita berpijak. Mereka bisa menumbuhkan karakter sebagai pemuda yang toleran  dan bergotong royong sejak usia dini,” ujar Puan.

Puan berpendapat bahwa Indonesia memang semakin membutuhkan anak-anak yang berakhlak mulia, tidak melupakan budaya, toleran, dan cinta tanah air. Maka itu, perlu adanya proses pendidikan sedari usia dini. Pasalnya, pembentukan karakter sangat ditentukan pada usia dini. Etos yang baik sejak dini ditanamkan dalam hati nurani anak-anak akan menghasilkan generasi unggul.

Pendidikan Pancasila dan nasionalisme itu, menurut Puan, bukan hanya tentang menyanyikan lagu-lagu nasional setiap pagi sebelum mulai belajar. Atau, mengucapkan selamat hari jadi bangsa. Namun, soal saling menghormati hormat dan saling memahami dalam segala lini.

“Saya memahami tentu penanaman pendidikan karakter itu tidak mudah. Tapi, bukan berarti kita menyerah. Para pendidik bersama orang tua sepatutnya saling bahu-membahu dalam penerapan hariannya. Karena memang pendidikan nomor satu tetap di rumah, dan anak-anak pun masih sekolah dari rumah, meski sudah ada yang full PTM,” kata Puan.

Puan tak luput memberikan apresiasinya pada guru, petugas PAUD, dan orang tua yang terus gigih menjalankan perannya masing-masing meski kesulitan Pandemi Covid-19 menerpa. Pendidikan anak-anak tetap harus ditempatkan pada nomor satu.

Puan menambahkan bahwa tantangan dan persoalan yang akan dihadapi ke depan masih sangat panjang dan penuh lika-liku. Apalagi, mengingat dunia yang terus maju dan berbaur memberikan pengaruh-pengaruh pada anak-anak kita. Namun, tidak boleh menyerah dan tetap harus terus mencari solusi terbaiknya bersama.

“Jalan kita masih panjang, apalagi jalan anak-anak kita. Terlebih anak-anak yang lahir atau menjalani usia emasnya di masa pandemi, mereka membutuhkan pendidikan dan tutor ekstra karena tantangannya sangat berat. Saya juga mendukung penyelenggaraan kegiatan pendidikan yang menyenangkan agar tetap berjalan meski dengan protokol kesehatan. Jangan anggap ini keterbatasan, tetapi penjagaan kesehatan anak-anak kita,” ujar Puan.

Puan meminta juga agar tenaga kependidikan dan orang tua terus memberikan perlindungan terbaik untuk kesehatan anak-anak selama masa new normal ini. Inilah bentuk tanggung jawab terbesar untuk mempertahankan kehidupan yang sehat secara mental dan fisik bagi anak-anak.

“Kita juga harus selalu bisa menjadi teladan bagi anak-anak. Sikap kita pun sepatutnya mencerminkan Pancasila dan mencintai persatuan bangsa agar dapat membimbing dan menularkan semangat nasionalisme,” ucap Puan.

Bagaimana pun, mendidik anak-anak kita adalah tugas mulia, terlebih dalam membangun generasi bangsa yang berkarakter Indonesia. “Mari terus berkarya dan bergotong royong membangun anak-anak Indonesia yang kuat dan berjiwa penuh kebaikan serta welas asih,” kata Puan.

“Semoga anak-anak kita terus dilimpahi kesehatan dan pendidikan terbaik untuk kehidupan yang lebih baik,” kata Puan.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...