Advertorial

Daerah

Said Didu Sindir Seseorang yang Hilang Saat Perusahaan Jalan Tol Bangkrut, Netizen Tebak Ini

          Said Didu Sindir Seseorang yang Hilang Saat Perusahaan Jalan Tol Bangkrut, Netizen Tebak Ini
Said Didu Sindir Seseorang yang Hilang Saat Perusahaan Jalan Tol Bangkrut, Netizen Tebak Ini
BENTENGSUMBAR.COM - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menyindir seseorang tanpa disebutkan namanya soal perusahaan jalan tol yang bangkrut.

Menurut Said Didu, ada yang hanya tampil saat jalan tol diresmikan dan tampil sebagai pahlawan dengan menunjukkan infrastruktur pembangunan.

Said Didu merasa ketika perusahaan yang membangun jalan tol mengalami masalah keuangan, orang tersebut sama sekali tidak menanggapinya.

Padahal kebangkrutan di depan mata karena penugasan pembangunan jalan tol yang begitu banyak.

"Saat peresmian jalan tol, engkau tampil bagaikan pahlawan," ujar Said Didu sebagaimana dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Twitter @msaid_didu, Kamis 11 November 2021.

"Saat BUMN yang engkau tugaskan bangun jalan tol di tepi kebangkrutan dengan beban utang segunung, karena penugasan tersebut, engkau menghilang seolah-olah ditelan bumi," sambung Said Didu.

Cuitan Said Didu yang tidak menyebutkan nama itu mendapat komentar senada dari netizen. Mereka menyebut orang yang disebut Said Didu sebagai 'dia yang namanya tak boleh disebut', tetapi diketahui sosoknya.

"Kau tahu siapa? 'Dia yang namanya tak boleh disebut'," ujar akun @02Sakera.

"Orang yang sama yang bilang 'kangen didemo' Setelah didemo malah kabur. Terus, malah bawahannya yang bakalan tampil, dengan bilang, 'utang itu warisan masa lalu'," komentar akun @daffiammar.

Diketahui sebelumnya, Waskita Karya merupakan perusahaan BUMN pembangun banyak jalan tol di Indonesia. 

Direktur Utama perusahaan ini, Destiawan Soewardjono, mengatakan, menjual jalan tol yang ada (divestasi) kemungkinan akan dilakukan untuk menutupi beban utang.

"Intinya Waskita terbebani kredit jalan tol. Jadi dalam gambar kami, ruas jalan tol itu harus dilepas untuk kembalikan kredit tersebut. Dalam rencana kami, memang demikian untuk mengurangi atau menyelesaikan beban itu. Ini yang dalam proses perjalanannya akan kita lihat, tapi harapannya terus divestasi," ungkap Destiawan Soewardjono pada Selasa, 9 November 2021. (Seputartangsel)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »