PILIHAN REDAKSI

Ustaz Abdul Somad Ditolak Singapura, Sandiaga Uno: UAS Penggerak Ekonomi

BENTENGSUMBAR.COM - Terkait Ustaz Abdul Somad (UAS) yang mengaku dideportasi dari Singapura, begini komentar Menteri Pariwisata...

Advertorial

ISIS Makin Brutal, Kepala Pendeta Dipenggal dan Diserahkan Kepada Istrinya

          ISIS Makin Brutal, Kepala Pendeta Dipenggal dan Diserahkan Kepada Istrinya
ISIS Makin Brutal, Kepala Pendeta Dipenggal dan Diserahkan Kepada Istrinya
BENTENGSUMBAR.COM - Pembunuhan brutal kembali dilakukan kelompok ISIS dengan memenggal kepala seorang pendeta di Mozambik.

Lebih sadis lagi, kepala pendeta yang terpenggal itu dikirimkan kepada istri korban untuk ditunjukkan kepada pihak berwenang.

Stasiun berita lokal melaporkan, pemenggalan kepala pendeta itu terjadi di provinsi utara Cabo Delgado yang kaya gas.

Rabu lalu, janda pria itu membawa karung berisi kepala suaminya ke markas polisi setempat, menurut BBC.

Dia diperintahkan untuk memberi tahu pihak berwenang tentang pembunuhan suaminya oleh tersangka pemberontak ISIS.

Wanita itu mengatakan kepada pejabat bahwa para penyerang telah menculik suaminya dari pertanian sebelum memenggalnya, lapor Mail Online.

Presiden Mozambik Filipe Nyusi berbicara pada hari Kamis mengklaim bahwa negaranya telah menyaksikan lebih sedikit serangan ISIS tahun ini daripada tahun lalu.

Provinsi Cabo Delgado telah menjadi target serangan oleh militan terkait ISIS sejak 2017.

Setidaknya ada 3.340 kematian dan perpindahan lebih dari 800.000 orang. Warga Inggris Philip Mawer, termasuk yang tewas dalam serangan itu.

Tapi sejak Juli, lebih dari 3.100 tentara Afrika, Eropa dan AS telah dikerahkan ke provinsi utara.

Meskipun serangan terhadap warga sipil terjadi setiap minggu, Nyusi mengklaim bahwa upaya yang dilakukan pihaknya sebagian berhasil.

"Kami mampu mengurangi serangan teroris tiga kali lipat," katanya yang dikutip Daily Star.

Pada tahun 2020 negara itu mencatat lebih dari 160 serangan dan jumlah itu telah berkurang menjadi 52 pada tahun 2021.

Presiden mengklaim hal itu dicapai melalui "kerja sama militer" dengan Rwanda dan 16 negara Komunitas Pembangunan Afrika Selatan dari negara-negara tetangganya.

Operasi baru-baru ini telah menyebabkan penangkapan 245 tersangka teroris. Selalin itu 200 teroris terbunuh, termasuk 10 pemimpinnya. (zonapriangan)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »