PILIHAN REDAKSI

Tak Kunjung Ada Sekda Defenitif, Gubernur Tunjuk Kepala Biro Organisasi Sebagai Pj Sekda Padang, Begini Kata Arfian

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menunjuk Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Fi...

Advertorial

Jika Mahfud MD Diganti, Pengamat Ini Sebut Bahaya Jika Menko Polhukam dari Refresentasi Partai Politik

          Jika Mahfud MD Diganti, Pengamat Ini Sebut Bahaya Jika Menko Polhukam dari Refresentasi Partai Politik
Jika Mahfud MD Diganti, Pengamat Ini Sebut Bahaya Jika Menko Polhukam dari Refresentasi Partai Politik
BENTENGSUMBAR.COM - Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun mengungkap jika Mahfud MD diganti, dan Menko Polhukam baru dari refresentasi partai politik, maka hal tersebut dinilai berbahaya.

Rico Marbun memberikan masukan kepada Presiden Jokowi jika benar Menko Polhukam Mahfud MD dicopot.

Bukan reprsentasi partai politik bisa menjadi alasan rasional bagi Presiden Joko Widodo untuk mencopot Mahfud MD dari kursi Menko Polhukam.

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, menyoal kabar perombakan kabinet atau reshuffle yang akan dilakukan pada Rabu Pahing atau tanggal 22 Desember nanti.

Rico Marbun menilai Presiden Jokowi harus memakai pertimbangan yang sama ketika memilih Mahfud MD masuk kabinet untuk memilih orang baru sebagai penggantinya.

“Kalau Jokowi memutuskan Mahfud MD di-reshuffle, sebaiknya pertimbangan yang sama seperti saat mengangkat Mahfud MD, juga dijadikan pertimbangan,” ujar Rico Marbun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (11/12).

Pertimbangan yang sama, didefiniskan Rico Marbun, adalah suatu kondisi di saat Jokowi memilih tokoh untuk mengisi jabatan Menko Polhukam, yakni berdasarkan pada latar belakang profesionalitas dan tidak mereprentasikan partai politik tertentu.

Namun menurutnya akan berbahaya jika Menko Polhukam nantinya diisi oleh representasi partai politik atau orang yang berambisi untuk maju pada Pemilihan Presiden 2024.

“Dan yang lebih penting lagi sebaiknya Polhukam ke depan bukan mereka yang berambisi atau dipersepsi sebagai capres,” katanya.

“Karena semakin mendekati akhir 2024, posisi Jokowi akan kesepian,” demikian Rico Marbun. (Pojoksatu)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »