Advertorial

Daerah

Jusuf Kalla Masuk Supermarket Terbesar di Arab Saudi: 90 Persen Buatan China

          Jusuf Kalla Masuk Supermarket Terbesar di Arab Saudi: 90 Persen Buatan China
Jusuf Kalla Masuk Supermarket Terbesar di Arab Saudi: 90 Persen Buatan China
BENTENGSUMBAR.COM - Terkait dengan keterbukaan, Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mencontohkan saat melakukan umrah di masa pandemi beberapa waktu lalu.

JK mengungkapkan, di salah satu supermarket terbesar di Arab Saudi, barang-barang yang dijual 90 persen adalah buatan Cina.

“Itu artinya, perdagangan itu tidak pilih-pilih agama. Jika pilih-pilih agama, mestinya Arab Saudi mengutamakan produk Indonesia karena mayoritas umat Islam,”

“Jadi saat ini dagang itu kuncinya bersaing pada tiga, yakni lebih baik, lebih cepat, lebih murah. Karena Cina bisa melakukan itu, maka ekonomi kita tidak bisa melawannya. Jadi kunci utamanya yang harus kita dorong adalah kerja keras,” imbuhnya.

Disisi lain, JK juga menyinggung soal kebijakan pemerintah terhadap perhatian pada pengusaha pribumi. Menurut JK, sepanjang sejarah, baru empat hal kebijakan yang saat ini cukup pro terhadap pengusaha peribumi.

Yakni kebijakan Menteng, yang memberikan devisa yang murah kepada pengusaha nasional saat itu. Kemudian PP10 yang mendorong hanya pengusaha lokal yang bisa berdagang di kecamatan, kebijakan PP56 yang aturan harus kontraktor harus pengusaha lokal dalam hal ini UKM.

“Dan yang terakhir adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang juga sangat mendorong para pengusaha lokal,” kata JK lagi.

Lebih jauh, JK berharap agar hasil kongres ekonomi Umat ini dapat dilaksanakan secara nyata di masyarakat. 

Yakni bagaimana menyadarkan umat Islam akan pentingnya semangat, kerja keras, ide dan konsistensi untuk bekerja sama dalam membangun ekonomi ummat.

Sementara itu, Pengusaha Islam terkaya Indonesia, Chaerul Tanjung (CT), berharap agar perekonomian umat Islam lebih berdaya. CT meyakini, jika umat umat Islam sejahtera maka bangsa Indonesia juga akan sejahtera karena menguasai 86 persen penduduk Indonesia.

“Satu-satunya cara agar sejahtera adalah Membuat mereka lebih unggul dalam segala segi, khususnya ilmu pengetahuan teknologi agar mereka bisa menang dalam persaingan,” tegas pemilik Trans Corp tersebut.

Ia juga mengungkapkan bagaimana para ulama mendorong pentingnya mindset kewirausahaan. 

Hal itu bisa saja dilakukan dalam penyampaian khutbah dan tausiah dalam mendorong semangat entrepreneur bahwa untuk mendapatkan akhirat, harus melalui dunia.

“Seperti dalam doa yang senantiasa kita sampaikan bahwa ingin selamat dan bahagia di dunia serta selamat dan bahagia di akhirat,” tutup CT.

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk terus semangat mendorong kebangkitan perekonomian umat Islam di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan JK saat berbicara dalam Kongres Ekonomi Umat 2 Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat yang bertemakan "Arus Baru Penguatan Ekonomi Indonesia" di Jakarta, Sabtu (11/12/2021). (Suara)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »