PILIHAN REDAKSI

Tak Kunjung Ada Sekda Defenitif, Gubernur Tunjuk Kepala Biro Organisasi Sebagai Pj Sekda Padang, Begini Kata Arfian

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menunjuk Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Fi...

Advertorial

Kakek Muslim Hibahkan Tanah ke Gereja, Denny Siregar: Rizieq dan Bahar Harusnya Malu

          Kakek Muslim Hibahkan Tanah ke Gereja, Denny Siregar: Rizieq dan Bahar Harusnya Malu
Kakek Muslim Hibahkan Tanah ke Gereja, Denny Siregar: Rizieq dan Bahar Harusnya Malu
BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial, Denny Siregar mengomentari soal seorang kakek beragama Islam di Sulawesi Utara yang yang menghibahkan tanahnya ke Gereja.

Denny Siregar menyindir bahwa pendiri Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Riziea Shihab dan pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Bahar bin Smith seharusnya malu membaca berita soal kakek ini.

Ia menilai bahwa kakek inilah sebenar-benarnya habib, bukan orang yang mulutnya penuh kecaman tanpa amalan sedikit pun.

“Rizieq dan Bahar harusnya malu membaca berita ini,” kata Denny Siregar melakui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 3 Desember 2021.

“Beliaulah sebenar-benarnya Habib, bukan mulut-mukut sampah penuh kecaman tanpa sedikitpun amalan,” sambungnya.

Dilansir dari Manado Post, seorang kakek berusia 71 tahun yang beragama Islam memberikan tanahnya untuk gereja, GMIM Efrata Rap-Rap.

Kakek bernama Robo Lahma ini merupakan warga Lingkungan VI Desa Arakan, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minsel, Sulawesi Utara (Sulut).

Ketua BPMJ GMIM Efrata Rap-Rap, Pendeta Welly Pudihang STh MPdK menceritakan bahwa Robo Lahma lebuh dikenal dengan nama Pa Ade Robo di Desa Arakan dan Desa Rap-Rap.

“Dari bahasa tubuhnya terpancar kerendahan hati. Sepenggal kalimat yang ia sampaikan sangat menyentuh hati saya. ‘Pendeta, napa kita so tanda tangan Surat Hibah kita pe tanah for Gereja Basar’. (Pendeta, saya sudah tanda tangan surat hibah tanah saya untuk gereja, red),” tulis Pendeta Welly, di salah satu grup Facebook.
“Orang Muslim di Arakan menyebut GMIM Efrata Rap-Rap adalah Gereja Basar,” sambungnya.

Pendeta Welly mengatakan bahwa Pa Ade Robo telah mengajarkan untuk belajar menjadi manusia sesungguhnya.

Kerendahan hati Pa Ade Rono, menurut Pendeta Willy, membuktikan bahwa ia sangat mencintai sesama manusia.

“Pa Ade Robo adalah seorang Muslim taat, namun di balik ketaatannya ia sangat mengenal ajaran Kristus, Kasihilah Sesamamu Manusia. Maklum Pa Ade Robo hidup di lingkaran keluarga Kristiani,” kata Pendeta Willy.

“Saya sungguh sangat bersyukur atas perjuangan panjang dan melelahkan ini , akhirnya tanah di mana berdirinya Gedung Gereja GMIM Efrata Rap-Rap, Surat Hibah Tanahnya telah diserahkan oleh Pa Ade Robo kepada saya di hadapan Wakil Bupati Minahasa Selatan Pdt Petra Rembang MTh, di saat GMIM Wilayah Semenanjung Tatapaan merayakan Perayaan Menyambut Natal Yesus Kristus di tahun 2021,” tambahnya. (terkini)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »