PILIHAN REDAKSI

Tak Kunjung Ada Sekda Defenitif, Gubernur Tunjuk Kepala Biro Organisasi Sebagai Pj Sekda Padang, Begini Kata Arfian

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menunjuk Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Fi...

Advertorial

Nggak Baperan Saat Dikritik Jokowi Sudah Teruji

          Nggak Baperan Saat Dikritik Jokowi Sudah Teruji
Nggak Baperan Saat Dikritik Jokowi Sudah Teruji
BENTENGSUMBAR.COM - Sejak menjabat sebagai Presiden RI, Jokowi tidak pernah sepi dari kritik. Baik yang kritiknya halus, agak pedas sampai yang bernada menghina dan fitnah.

Namun, menanggapi itu semua, Jokowi tidak pernah baperan alias terbawa perasaan, maupun emosional. Lawan kritik, Jokowi memang sudah teruji.

Hal ini juga yang ditunjukkan Jokowi saat hadir di pembukaan Kongres Ekonomi Umat ke-2 Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Jumat (10/12) malam. 

Jokowi yang datang sebagai tamu kehormatan, justru dapat kritikan pedas dari Wakil Ketua MUI, Kiai Anwar Abbas. 

Kritikan itu disampaikan langsung Anwar Abbas saat memberikan pidato mewakili Ketua Umum MUI, Miftachul Akhyar.

Kritikan yang disampaikan Anwar ini terbilang langka atau mungkin jarang terjadi sebelumnya. 

Sebab, kritikan itu disampaikan langsung dihadapan Jokowi dalam sebuah forum resmi.

Bukan cuma satu kritikan yang disampaikan Anwar kepada Jokowi, tapi ada 5 poin. 

Pertama, eks Sekjen MUI ini menyoroti soal kesenjangan ekonomi dan sosial yang makin menganga. 

Kata dia, upaya pemerintah untuk mensejahterakan rakyat kecil dengan memberi dukungan kepada pelaku usaha mikro, masih belum terlihat.

Kedua, Anwar menyinggung soal ketimpangan di bidang pertanahan. Kata dia, kesenjangan di sektor ini sangat memprihatikan. Indeks gini ratio-nya hingga 0,59 persen.

Artinya, 1 persen penduduk menguasai 59 persen lahan yang ada di negeri ini.

“Sementara yang jumlahnya sekitar 99 persen itu, hanya menguasai 41 persen lahan yang ada di negeri ini,” kritik Anwar.

Selain itu, Ketua PP Muhammadiyah ini menyoroti banyaknya pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang belum mendapat perhatian dari pemerintah.

Menurut dia, jumlah pelaku usaha mikro sebanyak 63,3 juta.

Terakhir, Anwar mengingatkan pemerintah agar segera menyelesaikan persoalan kesenjangan ini. 

Kata dia, kalau hal ini dibiarkan akan berdampak buruk dan membahayakan.

Kesenjangan tiap tahun akan semakin tajam.

“Ini akan sangat potensial mengganggu stabilitas dan rasa persatuan dan kesatuan. Di samping itu, daya beli masyarakat tak akan naik secara signifikan,” ujarnya.

Mendengar berbagai kritikan itu, Jokowi santai saja. 

Saat naik ke atas mimbar, wajahnya kalem dengan menebar senyuman. Tak terlihat marah sama sekali. 

Malah Jokowi batal membaca naskah pidato yang dipegangnya, tapi memilih menjawab langsung kritik Anwar Abbas. (RM.ID)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »