PILIHAN REDAKSI

Tak Kunjung Ada Sekda Defenitif, Gubernur Tunjuk Kepala Biro Organisasi Sebagai Pj Sekda Padang, Begini Kata Arfian

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menunjuk Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Fi...

Advertorial

Pernah Ikut Acara 212, Ferdinand: Saya Ditipu Kaum Khilafah dan Saya Senang Jadi Tahu Siapa Mereka

          Pernah Ikut Acara 212, Ferdinand: Saya Ditipu Kaum Khilafah dan Saya Senang Jadi Tahu Siapa Mereka
Pernah Ikut Acara 212, Ferdinand: Saya Ditipu Kaum Khilafah dan Saya Senang Jadi Tahu Siapa Mereka
BENTENGSUMBAR.COM – Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi soal videonya ikut Kampanye Pilpres 2019 sekaligus Acara 212 yang kerap diungkit.

Ferdinand Hutahaean mengaku bahwa saat itu, ia ditipu oleh kaum khilafah, namun kini ia senang karena telah tahu siapa mereka sebenarnya.

Sekedar catatan, Ferdinand Hutahaean kerap disindir menggunakan video lama tersebut karena kini justru aktif mengkritik Kelompok 212 dan khilafah.

Dalam cuitannya, ia mengatakan bahwa kadrun beserta buzzer sahabat teroris berusaha memviralkan video lamanya waktu kampanye Pilpres 2019 sekaligus acara 212.

“Puji Tuhan saya cepat belajar ternyata saya ditipu oleh kaum kilafah dan saya senang jadi tau siapa mereka, musuh bangsa yang harus dimusnahkan,” kata Ferdinand pada Kamis, 2 November 2021.

Ferdinand Hutahaean mencerikan bahwa pada saat itu, ia tiba di lokasi dan diantar ke tenda VIP. Menurutnya, ia duduk berdekatan dengan Amin Rais.

Lalu, lanjutnya, seseorang dari belakang mengenakan ke kepalanya peci hitam dan beserta ikat kepala bertuliskan tulisan Arab yang ia tidak tahu artinya.

“Saya biasa saja karena merasa itu kampanye untuk Prabowo,” kata Ferdinand Hutahaean
Ketika acara berlangsung, lanjutnya, ia pun ada di atas panggung dan hadir sebagai jubir Prabowo-Sandi saat Pilpres dari Demokrat.

Ketika turun dari panggung itulah, Ferdinand Hutahaean mengaku ditanya media terkait khilafah dan reuni.

“Saya jawab tentu dengan kalimat yang baik demi tujuan kampanye,” jelasnya.

Terkait reuni, kata Ferdinand Hutahaean, ia menjawab bawa ini sesuatu yang baik dan besar karena kacamata yang ia gunakan adalah kaca mata politik kampanye.

“Dan terkait kilafah, saya jawab, saya tidak paham dan supaya diperbanyak diskusi agar orang jadi paham tentang khilafah,” ungkapnya.

Setelah itu, Ferdinand Hutahaean mengaku mulai belajar tentang khilafah.

“Saya cari artikel dan itu cukup mengagetkan saya, membuat saya tidak nyaman dan merasa bersalah meski ujungnya saya senang jadi belajar dan jadi tau siapa mereka,” ungkapnya.

Singkat cerita, Ferdinand Hutahaean pun memutuskan keluar dari barisan pendukung Prabowo-Sandi dan berdiri bersama negara.

Ia mengaku sadar bahwa mereka adalah musuh bangsa yang harus dilawan dan dimusnahkan karena tujuannya tidak baik bagi bangsa yang beragam suku, agama, dan ras ini.

Dalam perjalanannya, Ferdinand Hutahaean juga mengaku memilih untuk keluar dari Partai Demokrat karena tak sejalan lagi.

“Saya dituding anti Islam karena saya keras melawan HTI dan FPI yang dibubarkan oleh Negara, termasuk melawan narasi-narasi Rizieq Shihab yang provokatif,” katanya.

Ferdinand Hutahaean lalu menegaskan bahwa dirinya adalah turunan pejuang kemerdekaan, maka harus memilih berdiri bersama Merah-Putih, harus melawan kaum radikal intoleran.

“Itu keputusan saya dan memilih berdiri mendukung Pemerintah yang sedang berperang melawan kelompok radikal yang terus menyerang Pemerintah,” teganya.

Hingga sekarang, Ferdinand Hutahaean mengaku teguh dengan prinsip saya untuk mengawal Indonesia, menjaga Merah-Putih, dan merawat Pancasila.

“Maka saya akan tetap digaris depan melawan antek-antek kilafah dan antek-antek radikalis hingga kapan pun. Saya cinta Republik ber-Pancasila ini,” katanya. (terkini)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »