PILIHAN REDAKSI

Guntur Romli Sebut Alquran Tidak Melarang Nikah Beda Agama, Ketua KNPI: Tidak Paham Agama, Sepertinya Perlu Dirukiyah

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama tidak sependapat dengan pernyataan politikus PS...

Advertorial

Rocky Gerung Sebut Gerakan 'Bubarkan MUI' Merupakan Pesanan dan Desain yang Dirancang Sistematis

          Rocky Gerung Sebut Gerakan 'Bubarkan MUI' Merupakan Pesanan dan Desain yang Dirancang Sistematis
Rocky Gerung Sebut Gerakan 'Bubarkan MUI' Merupakan Pesanan dan Desain yang Dirancang Sistematis
BENTENGSUMBAR.COM - Pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung menyebut gerakan 'Bubarkan MUI' merupakan pesanan dan desain yang dirancang sistematis.

Rocky Gerung mempertanyakan munculnya gerakan 'Bubarkan MUI' yang disebut sebagai langkah untuk memberantas terorisme di Indonesia.

Rocky Gerung menyayangkan adanya gerakan 'Bubarkan MUI' dari pihak-pihak yang dianggap mendengungkan isu terorisme tanpa adanya dasar yang kuat.

Mantan pengajar di Universitas Indonesia (UI) itu menjelaskan bahwa definisi terorisme hanya berlaku untuk peristiwa yang bersifat global sesuai dengan kesepakatan internasional.

"Kan terorisme itu adalah official terminology yang dipakai di dalam bahasa global. Nggak ada terorisme yang sifatnya lokal, terorisme selalu didefinisikan sebagai kepentingan global. Karena itu kesepakatan-kesepakatan internasional-lah yang mendefinisikan apa itu terorisme," kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip Kabar Besuki dari kanal YouTube Refly Harun pada Minggu, 5 Desember 2021.

Rocky Gerung juga mempertanyakan logika pihak-pihak yang mengaitkan isu terorisme dengan beredarnya kotak amal di sejumlah area publik.

Dia menilai, pihak-pihak yang mengaitkan kotak amal dengan isu terorisme diduga merupakan pihak yang sengaja ingin mencari-cari alasan untuk mewujudkan gerakan 'Bubarkan MUI'.

Padahal di sisi lain, dia juga menilai bahwa keluarga dari pelaku terorisme harus diberikan bantuan secara ekonomi untuk menyambung hidupnya, meski pelaku yang merupakan tulang punggung keluarga harus mendekam di penjara atau bahkan meninggal dunia.

"Terorisme dikait-dikaitkan dengan kotak amal, itu agak ajaib. Jadi sekali lagi, kita langsung tahu bahwa ini dicari-cari lagi kan? Kotak amal itu ya apa hubungannya? Kalo kotak amal itu memang dimaksudkan misalnya untuk membantu janda-janda dari teroris karena terbunuh, ya bagus dong. Janda teroris bukan teroris kan?," ujarnya.

Rocky Gerung menduga ada desain terencana untuk mensukseskan gerakan 'Bubarkan MUI' di balik isu terorisme yang belakangan ini kembali bergaung di tanah air.

Dia juga menduga, ada pesanan dari pihak-pihak tertentu untuk mendukung gerakan 'Bubarkan MUI' bahkan hingga disebut ada upaya mengkriminalisasi tokoh tertentu yang disebut-sebut ingin membuat kurikulum untuk para teroris.

Dia juga mempertanyakan dasar logika dari pihak-pihak yang menyebut MUI sebagai sarang teroris atau bahkan organisasi teroris.

"Artinya ada design untuk membubarkan MUI, lalu dicarikan kasus barry-nya tuh, yaitu seorang yang dianggap ingin membuat kurikulum untuk terorisme. Mana ada lembaga melakukan teror? MUI nggak mungkin melakukan teror," katanya.

Meski demikian, Rocky Gerung mengakui bahwa dirinya memperoleh hipotesis baru bahwa pihak-pihak yang ingin gerakan 'Bubarkan MUI' terealisasi itu nyata, meski menunggang pada isu terorisme.

"Tapi sebetulnya, kita dapat ide baru bahwa mereka yang ingin membubarkan MUI itu memang ada real walaupun menunggang pada isu terorisme," ujar dia.

Selain itu, Rocky Gerung juga menilai adanya dugaan kebencian terhadap kelompok Islam dari pihak-pihak yang menginginkan gerakan 'Bubarkan MUI' terwujud.

Menurutnya, kebencian tersebut bukan didasarkan pada kalkulasi demokrasi, melainkan hanya merupakan pesanan bagi pihak-pihak yang tidak senang dengan MUI.

"Jadi ini yang saya sebutkan, kebencian pada satu umat itu didasarkan bukan pada kalkulasi-kalkulasi demokrasi, tapi sekedar terima pesanan aja tuh," tuturnya. (Kabarbesuki)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »