PILIHAN REDAKSI

Berawal dari Informasi Warga, Polda Sumbar Ungkap Praktek Prostitusi Berkedok Salon dan SPA di Padang Barat

BENTENGSUMBAR.COM - Direskrimum Polda Sumbar kembali berhasil mengungkap praktek esek-esek yang berkedok Salon dan Spa yang ber...

Advertorial

Sebut Roh Kudus Jadi Roh Kudis, Stepanus Jadi Tetanus, dan Injil Itu Palsu, Yahya Waloni: Itu Hanya Candaan

          Sebut Roh Kudus Jadi Roh Kudis, Stepanus Jadi Tetanus, dan Injil Itu Palsu, Yahya Waloni: Itu Hanya Candaan
Sebut Roh Kudus Jadi Roh Kudis, Stepanus Jadi Tetanus, dan Injil Itu Palsu, Yahya Waloni: Itu Hanya Candaan
BENTENGSUMBAR.COM – Yahya Waloni meminta maaf usai ujaran kebencian dan penodaan agama dalam ceramahnya berbuntut sampai ke meja hijau. 

Terdakwa kasus ujaran kebencian dan penodaan agama itu menegaskan bahwa ucapannya tentang Injil itu palsu hanya gurauan semata.

Dia menyadari, bahwa candaan yang ia lontarkan terlampau kasar dan tak beretika. Karena itu, ia pun meminta maaf atas ucapannya.

“Tujuan saya itu hanya sebagai candaan, tapi ternyata saya terlampau kasar. Etikanya benar-benar nggak, saya mohon maaf,” ujar Yahya dalam sidang lanjutan kasusnya di Pengadilan Negeri dikutip dari Cnnindonesia.com pada Selasa 21 Desember 2021.

Yahya mengakui bahwa candaannya itu juga terbawa oleh emosi jemaah yang kala itu merespon dengan gelak tawa.

Dia mengakui sempat memelesetkan sejumlah nama penting dalam ajaran agama Nasarani dalam ceramah.

Ia memelesetkan Roh Kudus menjadi roh kudis, Stepanus diubah menjadi tetanus. Ia tak mengira, candaan itu rupanya ramai dan memancing kemarahan masyarakat.

“Motivasi saya hanya karena bertujuan untuk candaan. Saya baru menyadari bahwa hal tersebut menyebabkan meresahkan masyarakat,” ujar Yahya.

Di sisi lain, Yahya juga tidak mengetahui bahwa ceramahnya disiarkan secara langsung.

Meski begitu, ia menyadari bahwa pernyataan itu tak semestinya ia ucapkan.

“Sepengetahuan saya itu hanya dokumentasi orang yang merekam saja,” tuturnya.

Selain itu, Yahya juga mengakui bahwa pernyataan serupa juga pernah ia lakukan dalam sesi ceramah di kesempatan dan tempat berbeda, salah satunya Masjid Kauman, Pekalongan, Jawa Tengah.

“Apakah pernah ceramah di tempat lain seperti Masjid Kauman Pekalongan?” tanya Jaksa.

“Pernah”

“Pernah kata-kata itu diselipkan?”

“Pernah-pernah,” jawab Yahya.

Muhammad Yahya Waloni didakwa telah menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). (terkini)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »