PILIHAN REDAKSI

Tak Kunjung Ada Sekda Defenitif, Gubernur Tunjuk Kepala Biro Organisasi Sebagai Pj Sekda Padang, Begini Kata Arfian

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menunjuk Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Fi...

Advertorial

Dedek Prayudi: Warga DKI Lebih Bahagia Tanpa Anies Duduk di Balai Kota

          Dedek Prayudi: Warga DKI Lebih Bahagia Tanpa Anies Duduk di Balai Kota
Foto Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
BENTENGSUMBAR.COM – Direktur Eksekutif Centre for Youth and Population Research (CYPR), Dede Prayudi menilai bahwa warga DKI Jakarta akan lebih bahagia tanpa Gubernur Anies Baswedan menjabat.

Dedek Prayudi mengatakan itu melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 1 Januari 2021.

“Warga DKI lebih bahagia tanpa Anies duduk di Balaikota. ‘Maju kotanya, bahagia warganya’ terbukti slogan gagal,” katanya.

Bersama pernyataannya, Dedek Prayudi membagikan berita berjudul “Data BPS: Indeks Kebahagiaan Warga DKI Jakarta Turun Semenjak Anies Menjabat Gubernur”.

Dilansir dari berita Kompas tersebut, Indeks kebahagiaan warga DKI Jakarta turun semenjak Anies Baswedan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Data indeks kebahagian ini tertulis dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Indeks Kebahagiaan 2021.

Dalam rilis tersebut, disebutkan bahwa indeks kebahagiaan warga DKI Jakarta di tahun 2017 atau ketika Anies mulai menjabat berada di angka 71,33 persen.

Namun, pada tahun2021, indeks kebahagiaan warga Ibu Kota turun menjadi 70,68 persen.

“Untuk kawasan Jawa-Bali-Nusa Tenggara yang turut mengalami penurunan indeks kebahagiaan, yaitu DKI Jakarta, Banten, Yogyakarta, Bali dan Nusa Tenggara Barat,” tulis rilis BPS.

Adapun rilis indeks kebahagiaan BPS ini merupakan hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada 1 Juli-27 Agustus 2021.

“Unit analisis adalah rumah tangga yang diplih secara acak,” tulis BPS.
Metode yang digunakan adalah two stage one phase sampling dengan total sampel rumah tangga yang diperlukan untuk keperluan estimasi tingkat kebahagiaan hingga level provinsi Indonesia sebanyak 75.000 rumah tangga yang tersebar di 34 provinsi.

“Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara oleh petugas wawancara menggunakan kuisioner terstruktur dan alat bantu,” tulis BPS. (terkini)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »