Advertorial

Daerah

3 Santriwati di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Oknum Ustaz

          3 Santriwati di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Oknum Ustaz
3 Santriwati di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Oknum Ustaz
BENTENGSUMBAR.COM - Tiga santriwati anak datang ke Mapolresta Bandung, Sabtu (1/1/2022). Mereka mengonsultasikan masalah tindak kekerasan seksual yang diduga dilakukan seorang ustaz atau guru di sebuah pesantren.

Konsultasi dengan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Bandung itu dilakukan sebelum mereka resmi melaporkan perbuatan oknum ustaz tersebut ke polisi.

Saat datang ke Mapolresta Bandung pada Sabtu (1/1/2022) sore, ketiga korban didampingi orang tua masing-masing, dan seorang pengacara Muhammad Syarief.

Muhammad Syarief mengatakan, kasus dugaan kekerasan seksual ini terungkap berawal dari laporan seorang ustazah yang mengatakan ada seorang ustaz di sebuah pesantren diduga melakukan kekerasan seksual terhadap santriwati anak.

"Setelah ada korban, baru kami datang ke Mapolresta Bandung. Tapi kendatangan kami ini sifatnya konsultasi ya," kata Muhammad Syarief di Mapolresta Bandung, Jalan Polisi, Soreang, Kabupaten Bandung.

Syarief hanya mendampingi orang tua korban, belum ditunjuk menjadi pengacara mereka. Karena itu, Syarief tidak bisa menjelaskan secara rinci terkait peristiwa kekerasan seksual yang dialami para korban.

Selain itu, ujar Syarief, konsultasi orang tua korban dengan penyidik masih berlangsung. Apalagi, kewenangan untuk memberikan keterangan terkait kasus itu merupakan ranah penyidik PPA Satreskrim Polresta Bandung.

"Yang jelas, ada peristiwa dugaan kekerasan terhadap anak. Untuk sementara itu (jumlah korban kekerasan) tiga. Tapi ini sifatnya konsultasi. Jadi belum bisa kami ceritakan semuanya. Mungkin nanti setelah semuanya jelas, penyidik bisa menjelaskan secara rinci," ujar Syarief.

Ditanya bentuk kekerasan yang dialami para korban, Syarief menuturkan, ada dugaan kekerasan seksual di pesanren dalam wilayah hukum Polresta Bandung.

"Tetapi, bentuknya (kekerasan seksual yang diduga dilakukan oknum ustaz) seperti apa kami belum tahu. Korban anak masih diperiksa dalam artian konsultasi dengan penyidik," tutur Syarief.

Hingga petang, konsultasi orang tua anak dan pendamping masih berlangsung. Belum ada petugas dari Unit PPA Satreskrim Polresta Bandung yang memberikan keterangan terkait kasus ini. (iNews)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »