PILIHAN REDAKSI

Berawal dari Informasi Warga, Polda Sumbar Ungkap Praktek Prostitusi Berkedok Salon dan SPA di Padang Barat

BENTENGSUMBAR.COM - Direskrimum Polda Sumbar kembali berhasil mengungkap praktek esek-esek yang berkedok Salon dan Spa yang ber...

Advertorial

Denny Siregar Bela Bisnis Putra Presiden Jokowi: Mereka itu “Alat” Supaya Kita Pintar

          Denny Siregar Bela Bisnis Putra Presiden Jokowi: Mereka itu “Alat” Supaya Kita Pintar
Denny Siregar Bela Bisnis Putra Presiden Jokowi: Mereka itu “Alat” Supaya Kita Pintar
BENTENGSUMBAR.COM - Dua putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sekaligus aktivis 98, Ubedilah Badrun.

Gibran dan Kaesang dilaporkan terkait dugaan korupsi dan pencucian uang melalui bisnisnya yang memiliki relasi dengan perusahaan pembakar hutan.

Pegiat media sosial, Denny Siregar pun memberikan pembelaan atas bisnis yang dijalani kedua putra Presiden Jokowi itu.

“Nih, saya coba jelaskan secara sederhana darimana duit Kaesang. Ini bisnis dunia baru, yang dilakukan banyak milenial memanfaatkan media sosial. Itu si dosen ma Rizal Ramli, kalo nanya depan @elonmusk, “Darimana uangmu ??” Dia pasti ngakak ampe kentut2,” tulis Denny sambil menyertakan video penjelasan yang ditayangkan di YiuTube 2045 TV.

Di cuitan lainnya Denny juga menyebut membela Kaesang bukan karena ada kepentingan.

“Gua ga kenal Kaesang sih, ketemu aja gak pernah. Gua senang aja jelasin ttg model bisnis baru, biar kita semua belajar. Kadang kebodohan orang itu membuat kita jadi banyak belajar. Mereka itu “alat” supaya kita pintar..,” sebut Denny Siregar.

Tak sampai di situ, Denny juga menyertakan link berita yang memuat profil perusahaan milik Kaesang, PT Harapan Bangsa Kita (GK Hebat).

“Ini sebagai tambahan info buat Rizal Ramli dan si dosen yg gak tau diri, kalau Kaesang tidak pake duit sendiri beli saham puluhan miliar rupiah. Dibelakangnya ada jaringan dan org2 bisnis. Ini biasa sebenarnya, tp org2 kolot itu suka bikin heboh,” pungkasnya. (Wartaekonomi)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »