PILIHAN REDAKSI

Tak Kunjung Ada Sekda Defenitif, Gubernur Tunjuk Kepala Biro Organisasi Sebagai Pj Sekda Padang, Begini Kata Arfian

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menunjuk Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Fi...

Advertorial

Dituduh Orang Partai, Ubedilah Badrun Ngaku Mentori Kader PDIP: Itu Bagian dari Kekuasan

          Dituduh Orang Partai, Ubedilah Badrun Ngaku Mentori Kader PDIP: Itu Bagian dari Kekuasan
Dituduh Orang Partai, Ubedilah Badrun Ngaku Mentori Kader PDIP: Itu Bagian dari Kekuasan
BENTENGSUMBAR.COM - Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun dalam beberapa wawancara kerap menyatakan dirinya sebagai mantan aktivis 98.

Termasuk langkahnya melaporkan Kaesang Pangarep dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming, Ubedilah Badrun menyebut dia mendapat dukungan dari rekan-rekannya sesama aktivis 98

Hal ini pun menimbulkan pertanyaan, mengapa Ubedilah Badrun mengatasnamakan aktivis 98, hingga akhirnya dia dituding terkait dengan salah satu partai tertentu.

Dia pun menegaskan bahwa dirinya tidak mempunyai hubungan apapun dengan partai politik, terutama langkahnya melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK.

"Saya datang ke PKS itu diundang karena keilmuan saya, memberikan pelatihan, memberikan ngisi seminar di partai," katanya.

"Lalu saya diklaim sebagai partai tuh? Ya nggak lah," ujar Ubedilah Badrun menambahkan.

Dia mengaku mengajari juga para kader PDIP, dan bahkan menjadi mentor kader PDIP hingga menjadi gubernur.

"Ada loh, lalu saya dituduh oh Ubed kader PDIP gitu, kan nggak. Jadi akademisi itu dia punya ilmu kan? Ilmu ini dibutuhkan oleh partai politik," tuturnya.

Ubedilah menyebut tidak hanya mengisi di PKS, dia pun memberikan pikiran-pikiran serta ilmunya pada kader PDIP maupun Partai Demokrat.

Tak hanya itu, para generasi muda Partai Golkar pun pernah mengikuti seminarnya.

"Ini bisa dicek sama orang-orang yang pernah mendengarkan saya di partai-partai itu, yang pernah intensif bertemu dengan saya," ucapnya.

Sebab itu, menurutnya hal keliru jika menyebutnya sebagai orang partai, karena dia mengisi hampir di semua parpol, termasuk yang kecil.

"Dan itu bagian dari kekuasaan juga partai-partai itu, bagian dari koalisi. Lalu saya disebut anggota partai juga? Nggak kan, jadi nggak logis itu," ujarnya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Youtube Realita TV.

Ubedilah menilai menyimpulkan satu peristiwa berdasarkan satu data yang ada di permukaan merupakan hal keliru. (Pikiran Rakyat)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »