Advertorial

Daerah

Polisi Singkawang Pakai Bahasa China Diprotes Netizen, Farid Gaban: Yang Protes Kurang Jauh Mainnya

          Polisi Singkawang Pakai Bahasa China Diprotes Netizen, Farid Gaban: Yang Protes Kurang Jauh Mainnya
Polisi Singkawang Pakai Bahasa China Diprotes Netizen, Farid Gaban: Yang Protes Kurang Jauh Mainnya
BENTENGSUMBAR.COM - Netizen memprotes pada sebuah video Polres Singkawang menggunakan bahasa China.

Dalam video tersebut terlihat Polres Singkawang memberikan penyuluhan masyarakat di jalan menggunakan bahasa China.

Dalam protesnya netizen menarasikan bahwa bahasa China telah mengalahkan Bahasa Indonesia, Indonesia dijajah.

Farid Gaban, aktivis yang juga jurnalis senior memberikan komentarnya menanggapi narasi unggahan tersebut.

Melalui akun Twitter-nya @faridgaban menyebut pengunggah tidak mengetahui mayoritas warga Singkawang.

Sehingga punya anggapan bahwa China sudah menjajah Indonesia.

"Ada yg protes kenapa polisi Singkawang melakukan sosialisasi publik dlm bahasa Tiongkok. Dijajah China katanya," komentar Farid Gaban.

Farid juga menginformasikan bahwa mayoritas warga Singkawang adalah Tionghoa.

"Orang itu tdk tahu bahwa mayoritas warga Singkawang adalah Tionghoa, banyak darinya petani yg sama miskinnya dg petani di Jawa. Indonesia itu bukan cuma Jakarta & Jawa," jelas Farid Gaban pada Kamis, 13 Januari 2022.

Farid Gaban pun menyebut pengunggah video yang membuat narasi negatif, kurang jauh mainnya.

"Orang yg protes itu kurang jauh mainnya. Sama seperti yg kemarin protes kenapa papan kantor gubernur Riau pakai huruf Arab dan bilang Riau dijajah Arab," ujar Farid Gaban.

Tak hanya Farid Gaban, pemilik akun @Risdiyan justru menyebut tak hanya Singkawang yang menggunakan bahasa China, bahkan di Pontianak pun bahasa masyarakatnya China.

"Jangankan Singkawang di pasar Pontianak kota aja kalo belanja banyak yg pake bahasa Cina...yg melayu,madura,Jawa lama2 krn udh kebiasaan ya faham juga waa...," komentar @Risdiyan.

"Wkwkwk, suruh main aja ke sana. Pasti kaget sama walikotanya siapa," tambah @mahesa.respati.

Unggahan video yang mempermasalahkan bahasa Mandarin dalam video tersebut adalah akun twitter Presidendungu @presidendungu.

Video yang diunggah pada Selasa, 11 Januari 2022 ini menjadi heboh karena narasi yang ditulis pada timeline-nya.

"Aparat POLRES SINGKAWANG sudah gunakan bahasa China, Apa harus begini nasib bangsa kita ini," narasi yang dituliskan @presidendungu.

"Bukannya bahasa Nasional Indonesia.. malah diganti dg *bahasa Mandarin*... Sdh kacau negara ini atau sudah melupakan PESAN atau PENGAKUAN Sumpah Pemuda.?. Piye Pa," komentarnya.

Cuitannya tersebut membuat pengunggah yang menuliskan narasinya diserang karena tak mengetahui bahwa mayoritas masyarakat Singkawang adalah Tionghoa. (Seputartangsel)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »