PILIHAN REDAKSI

Kader PDIP Terus Dorong Puan Maju di Pilpres 2024, Sinyal Bahaya untuk Ganjar?

BENTENGSUMBAR.COM - Kader PDI Perjuangan semakin bersemangat mengusung Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai calon presiden (capre...

Advertorial

ART Kesayangannya Dibunuh, Majikan Menangis di Kantor Polisi dan Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

          ART Kesayangannya Dibunuh, Majikan Menangis di Kantor Polisi dan Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya
ART Kesayangannya Dibunuh, Majikan Menangis di Kantor Polisi dan Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya
BENTENGSUMBAR.COM - Sherly (31), warga Cilebut, Kabupaten Bogor menangis di Mapolres Bogor saat tahu asisten rumah tangganya, SN (25) tewas dibunuh.

Korban tewas dibunuh kekasihnya, AS dan mayatnya dibuang di wilayah Cibonong. Dengan suara terbata-bata menahan tangis, Sherly bercerita jika SN adalah pekerja yang baik.

Karena itu saat SN tak kunjung pulang, ia mencari perempuan 25 tahun hingga lapor ke polisi untuk minta bantuan.

Ia mengaku SN adalah ART yang sangat ia percaya mengasuh anak-anaknya hingga mengurus rumah.

"Tidak ada yang aneh-aneh. Dari mulai pertama kenal, anaknya baik, anaknya jujur, tidak macam-macam, tak pernah main HP saat kerja, dia anak yang baik, makanya saya percaya sama dia," kata Sherly.

Pamit pergi ke rumah kakak di Jakarta

Sherly bercerita SN meninggalkan rumahnya pada Sabtu (5/2/20221) untuk pergi ke rumah sang kakak di Jakarta.

"Jadi dia janji sebenarnya mau pulang Minggu pagi. Tapi minggu pagi itu, dia tidak datang-datang, makanya saya cari," kata Sherly dengan nada terbata-bata, Jumat.

Saat pergi, Sherly tak tahu jika korban dijemput seseorang dari rumahnya.

"Saya terakhir WA-an dibalas sama dia itu di jam 15.30 WIB Sabtu sore," katanya.

"Saya tidak lihat, makanya saya tidak tahu kalau dia mau dijemput karena izinnya mau ke Jakarta naik kereta," kata Sherly.

Keesokan harinya yakni pada Minggu tanggal 6 Februari 2022, korban tak kunjung pulang ke rumah tempat kerjanya. Selain itu nomor ponsel SN pun sulit dihubungi.

Sherly mengaku sempat menghubungi dan menanyakan keberadaan korban ke kakaknya di Jakarta. Namun SN juga tak ada di rumah kakaknya tersebut.

Setelah dua hari tak ada kabar terkait keberadaan korban, Sherly pun melaporkannya ke polisi pada Selasa, 8 Februari 2022.

Hingga akhirnya korban SN ditemukan tewas di dalam bungkusan seperti paket di pinggir jalan di Kampung Pisang, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibonong, Kabupaten Bogor.

Laporan Sherly menjadi petunjuk untuk mengungkap identitas korban yang diketahui sebagai SN.

Polisi pun langsung menangkap pelaku pembunuhan yakni AS (30) yang tak lain kekasih korban. AS adalah seorang buruh harian lepas.

"Saya mewakili pihak dari korban atas nama keluarga juga mengucapkan terimakasih kepada jajaran Kepolisian Bogor yang sudah mengungkap pelaku dan saya berharap pelaku mendapatkan hukuman seberat-beratnya sesuai dengan yang dilakukan kepada korban," ungkap Sherly.

Dibunuh karena pelaku cemburu

Sementara itu Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan bahwa motif pembunuhan yang dilakukan AS karena terbakar cemburu dan termasuk pembunuhan berencana.

Pelaku nekat menghabisi nyawa korban dengan membekapnya menggunakan bantal selama sekitar 10 menit sampai tewas pasca mendapati korban sang pacar banyak ditelepon pria lain.

"Yang menjadikan motif si pelaku melakukan perbuatannya karena pelaku merasa cemburu melihat korban yang banyak dihubungi oleh teman korban yang sebagian besar laki-laki," kata Iman.

Pembunuhan itu sendiri dilakukan pelaku di sebuah kontrakan di kawasan Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor kemudian korban dibuang di Kampung Pisang, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Dalam kasus ini, polisi menyita berbagai barang bukti berupa pakaian terakhir korban, lakban, plastik dan benda-benda lainnya.

Tersangka dijerat dengan pasal 338 dan 340 KUHP dengan ancaman pidana penjara 15 tahun atau seumur hidup.

Sumber: Kompas.com
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »