PILIHAN REDAKSI

Desak Pembatalan Sponsor Minuman Keras untuk Formula E, Novel Bamukmin: Anies Pilihan Umat Islam dengan Semangat Bela Agama

BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengaku kecewa dengan langkah panitia dan Pemprov ...

Advertorial

BNPT Beberkan Ciri-ciri Kelompok Radikal Terorisme, Salah Satunya Sering Lakukan Politisasi Agama

          BNPT Beberkan Ciri-ciri Kelompok Radikal Terorisme, Salah Satunya Sering Lakukan Politisasi Agama
BNPT Beberkan Ciri-ciri Kelompok Radikal Terorisme, Salah Satunya Sering Lakukan Politisasi Agama
BENTENGSUMBAR.COM - Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid membeberkan sejumlah ciri-ciri kelompok radikal terorisme.

Ahmad Nurwakhid mengatakan kelompok radikal terorisme selalu melancarkan aksinya dengan narasi propaganda.

Hal ini sering ditemui di tengah masyarakat seperti misalnya adu domba, ajakan agar tidak percaya terhadap negara hingga mengafirkan sesama umat muslim.

Pernyataan itu disampaikan Ahmad Nurwakhid saat menjadi narasumber seminar di Muktamar ke 22 Darud Da'wah wal Irsyad (DDI) di Samarinda, Selasa 22 Februari 2022.

"Kelompok radikal justru melakukan tindakan yang bertentangan dengan ajaran agama, seperti mengadu domba sesama masyarakat, ajakan tidak percaya terhadap negara, bahkan saling mengkafirkan sesama muslim," kata Ahmad Nurwakhid, dilansir dari Galamedia pada Rabu 23 Februari 2022.

Menurut Ahmad Nurwakhid, selama ini banyak orang yang tidak menyadari terkait adanya gerakan kelompok radikal terorisme ini.

Hal itu dikarenakan kelompok radikal terorisme ini seringkali mengatasnamakan agama Islam di setiap melancarkan aksinya.

Padahal menurutnya, tujuan sebenarnya kelompok radikal terorisme ini hanya satu yaitu membuat kegaduhan supaya terjadi konflik.

"Tujuan kelompok ini sejatinya ingin membuat kegaduhan untuk menciptakan konflik," terangnya.

Selain itu, Ahmad Nurwakhid juga mengungkap fakta lain soal kelompok radikal terorisme ini di mana mereka sering melakukan politisasi agama.

Menurutnya, kelompok radikal terorisme ini sengaja melakukan politisasi agama dengan tujuan akhir mengganti ideologi negara.

"Kita boleh berdebat tentang hal khilafiyah, tetap hal yang tidak bisa ditawar dan menjadi kewajiban dalam beragama adalah menjaga dan merawat perjanjian," tuturnya.

"Mereka (radikal terorisme) adalah kelompok pembangkang atau bughat yang ingin mengganti dasar dan ideologi negara dengan mempolitisasi agama," sambungnya.

Kendati demikian, dalam keterangan tertulisnya Ahmad Nurwakhid menegaskan bahwa kelompok radikal terorisme ini tidak ada hubungannya dengan agama tertentu.

Sebab menurutnya semua ajaran agama tidak ada yang membenarkan tindakan terorisme.

"Perlu ditegaskan bahwa memang tidak ada kaitannya antara terorisme dengan agama, karena tidak ada satupun ajaran agama yang membenarkan terorisme," tegasnya.

Namun, Ahmad Nurwakhid meyakini jika kelompok radikal terorisme ini sangat erat kaitannya dengan pemahaman menyimpang dari yang dilakukan oknum umat beragama.

Apalagi kelompok radikal terorisme itu sering mengklaim dirinya beragama Islam, sehingga hal itu memicu terjadinya Islamophobia dan merusak citra Islam yang penuh kedamaian.

"Tetapi, terorisme berkaitan dengan pemahaman yang menyimpang dari substansi agama oleh oknum umat beragama," pungkasnya. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »