PILIHAN REDAKSI

Desak Pembatalan Sponsor Minuman Keras untuk Formula E, Novel Bamukmin: Anies Pilihan Umat Islam dengan Semangat Bela Agama

BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengaku kecewa dengan langkah panitia dan Pemprov ...

Advertorial

Innalillah! Dua Orang Dikabarkan Meninggal Akibat Gempa Pasbar, Listrik dan Sinyal Putus, Terjadi Fenomena Tanah Bergerak

          Innalillah! Dua Orang Dikabarkan Meninggal Akibat Gempa Pasbar, Listrik dan Sinyal Putus, Terjadi Fenomena Tanah Bergerak
Innalillah! Dua Orang Dikabarkan Meninggal Akibat Gempa Pasbar, Listrik dan Sinyal Putus, Terjadi Fenomena Tanah Bergerak
BENTENGSUMBAR.COM - Dua orang dikabarkan meninggal dunia akibat gempa bumi 6,2 SR di Kabupaten Pasaman, Jumat (25/2/2022) pagi.

Selain itu, gempa tersebut tak hanya mengakibatkan kepanikan dan hancurnya beberapa bangunan.

Melalui live report di iNews TV  pusat dengan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharulah, Jumat (25/2/2022) siang, gubernur mengatakan, terdapat dua korban meninggal dunia pada gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Pasaman Barat itu.

“Saya mendapat informasi di Kecamatan Simpang Tigo Nagari, Pasaman Barat dua orang meninggal dunia.”

“Kita belum tahu penyebabnya apa, namun kemungkinan karena reruntuhan bangunan,” ujar Mahyeldi Ansharullah.

Mahyeldi mengatakan ada beberapa daerah yang mengalami dampak yang cukup besar pasca gempa. Daerah itu diantaranya Talu, Kajai dan Simpang Tigo Nagari.

Selain informasi korban meninggal, Mahyeldi menyebut, potensi korban mengalami luka-luka cukup besar.

“Korban luka-luka kemungkinan banyak akibat reruntuhan bangunan. Sebab banyak masyarakat yang belum beraktivitas ke luar rumah saat itu.”

“Perkiraan kita yang luka-luka cukup besar, tapi secara pasti kita belum mendapat datanya,” ungkapnya.

Listrik dan Sinyal Terputus

Mahyeldi juga menyebutkan, usai gempa terjadi, sambungan listrik sempat terputus begitupun sinyal telekomunikasi. 

Pemprov Sumbar dan Pemkab Pasaman Barat fokus untuk menyelamatkan warga yang terimbas gempa bumi.

"Kita fokus untuk penyelamatan dulu. Setelah itu baru pada bantuan pasca gempa. Saat ini kita akan segera membangun dapur umum," ungkap Mahyeldi.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berkekuatan 5.2 skala richter (SR) menghantam Pasaman Barat, Sumbar, Jumat (25/2/2022), sekira pukul 08.35 WIB. Titik gempa berada di 0.14 Lintang Utara dan 99.99 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. 

Tanah Bergerak

Fenomena tanah bergerak dilaporkan terjadi di kawasan Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, pascagempa di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (25/2/2022) pagi.

Beredar informasi bahwa tanah bergerak tersebut merupakan likuifaksi atau menjadi cair.

Namun hal tersebut belum bisa dipastikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami belum bisa pastikan itu, katanya ada (pergerakan tanah) itu, kami belum bisa memastikan secara rinci,” kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, Jumat (25/2/2022).

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyebut bahwa kemungkinan tanah bergerak pasca gempa pernah terjadi pada gempa 2009 di Sumbar.

“Kejadian saat itu bersamaan dengan hujan, magnitudonya cukup kuat waktu itu, yaitu 7,0, memang saat itu terjadi tanah bergerak dalam radius yang cukup jauh, 500 meter lebih,” ungkap Dwikorita.

“Artinya apa? Dengan melihat kondisi kemiringan lereng, tanah dan batuan, kekuatan gempa, hal itu mungkin terjadi, berpotensi terjadi, tapi apakah benar-benar terjadi, kami harus cek dahulu,” tambahnya.

Dirinya meminta masyarakat untuk menjauh dari lereng atau bebatuan, terlebih jika ada perkampungan di bawahnya.

“Mohon pemerintah kabupaten atau daerah dapat memberikan peringatan kepada masyarakat yang ada di bawah lereng itu, terutama ketika hujan, hal itu bisa terjadi, baik saat gempa atau hujan turun setelah gempa, sebaiknya menyingkir dahulu dari lereng-lereng yang rawan,” imbaunya.

BMKG belum bisa memastikan bahwa pergerakan tanah itu masuk kategori likuifaksi atau bukan.

“Dampaknya hampir sama, mekanismenya entah gerakan tanah longsor atau likuifaksi atau kombinasi keduanya, kami mohon waktu untuk kami pastikan di lokasi,” tuturnya. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »