PILIHAN REDAKSI

Hamili 3 Gadis Sekaligus, Seorang Pelajar Dilaporkan Ke Polisi

BENTENGSUMBAR.COM - MD (19), warga Kecamatan Giri Mulya, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, harus berurusan dengan hukum. Pria...

Advertorial

Lembaga Masyarakat Adat Papua: Indonesia Butuh Kepemimpinan Moeldoko

          Lembaga Masyarakat Adat Papua: Indonesia Butuh Kepemimpinan Moeldoko
Lembaga Masyarakat Adat Papua: Indonesia Butuh Kepemimpinan Moeldoko
BENTENGSUMBAR.COM - Kepala Suku dari Papua Lenis Kogoya, yang juga Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua, memberikan respon postif terhadap kinerja Kepala Saf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko yang selalu membuka pintu selebar-lebarnya untuk masyarakat sebagai kepanjang tanganan langsung dari Presiden Jokowi.

"Istana ini adalah pintu terakhir, karena keluhan dari semua masyarakat harus terjawab, suka atau tidak suka dalam kondisi apapun Kantor Staf Presiden itu selalu pintunya dibuka selebar-lebarnya untuk kepentingan masyarakat, pelayanan kepada masyarakat saat ini merasa puas lah yang saya lihat," ungkap Lenis Kogoya dalam keterangannya, Rabu (16/2).

Menurut Lenis Kogoya, kepemimpinan Moeldoko sebagai nahkoda Kantor Staf Presiden bisa menjawab keluhan masyarakat yang multi aspek diberbagai penjuru Indonesia yang begitu luas.

"Kehadiran Kantor Staf Presiden itu memang mengobati masyarakat dan pintu terakhir, selain itu juga memberikan solusi yang pasti, kedua tidak boleh jalan sendiri-sendiri harus kompak satu hati satu jiwa satu roh untuk mencapai tujuan yang kita harapkan bersama untuk Indonesia bisa maju sejahtera dan juga kita bisa mengatasi Covid-19 ini supaya bersama-sama kita lawan," ujarnya.

Lenis Kogoya juga mengungkapkan pesan Moeldoko dalam berbagai kesempatan yang selalu mengatakan bahwa Kantor Istana Kepresidenan adalah pintu terakhir untuk melayani rakyat.

"Siapa lagi yang diharapkan rakyat kalau bukan kita. Indonesia butuh sosok yang tulus seperti Pak Moeldoko, yang selalu melayani seperti Jokowi. Kalau rakyat ingin berjumpa pun tidak sulit karena sosok beliau yang selalu rendah hati," puji Lenis Kogoya.

Masih menurut Lenis Kogoya, jika medan perang dibutuhkan pertahanan yang kokoh untuk menjaga kerapuhan dari serangan musuh, maka dalam konteks kepemimpinan Presiden Jokowi kepala staf ini sebagai pertahanan semua masalah isu.

"Orang bilang kalau medan perang itu harus ada pertahanan ya harus ada pertahanan apalagi kepala suku, kalau ada perang orang tua harus di belakang. Kepala staf ini sebagai pertahanan. Jadi semua masalah isu menjelekkan atau ancaman kritikan seperti apapun Pak Moeldoko terima dengan suka cita senyum saja gitu jalanin apa adanya," jelas Lenis Kogoya.

Sikap dan kinerja Moeldoko selaras dengan apa yang Lenis Kogoya.harapkan, seperti halnya kepemimpinan yang terbuka, dan rendah hati.

"Jadi kalau Pak Moeldoko itu kita SMS pasti jawab itu pemimpin yang diinginkan oleh rakyat apalagi turun lapangan. Ini potensi untuk jadi pemimpin masa depan, rakyat kecil pun bisa dapat ke istana itu pasti, pakai sandal pun bisa masuk istana, saya yakin itu," tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Lenis Kogoya berharap Moeldoko menjadi Presiden ke-8 Republik Indonesia. Karena kepemimpinannya mirip Jokowi yang selalu melayani dengan hati.

"Marilah kita berdoa bersama kiranya sosok pemimpin seperti Pak Moeldoko menjadi harapan masa depan Indonesia yang telah dipersiapkan Tuhan untuk Indonesia," doanya. (RM.id)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »