PILIHAN REDAKSI

Wow! Ajak Bersatu Membangun Negeri, Anies: Tujuan Kita Sama Yaitu Meraih Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

BENTENGSUMBAR.COM - Dalam keberagaman umat serta membangun dan merawat kebhinekaan Indonesia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswed...

Advertorial

Sebelum Ditangkap, Anak Durhaka Penganiaya Ibu Kandung Ternyata Bersembunyi Di Rumah Nenek

          Sebelum Ditangkap, Anak Durhaka Penganiaya Ibu Kandung Ternyata Bersembunyi Di Rumah Nenek
Sebelum Ditangkap, Anak Durhaka Penganiaya Ibu Kandung Ternyata Bersembunyi Di Rumah Nenek
BENTENGSUMBAR.COM - Gali Syahputra (33), pelaku yang menganiaya ibu kandungnya hingga berlumuran darah akhir ditangkap pihak kepolisian setelah bersembunyi di rumah neneknya yang berada di Jalan Williem Iskandar, Percut Sei Tuan.

Ps Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol M. Firdaus mengatakan bahwa pelaku diamankan Rabu (16/2/2022) sekitar pukul 11.00 WIB di rumah neneknya yang berada di kawasan Jalan Williem Iskandar setelah pihak kepolisian menerima informasi tentang keberadaan pelaku.

"Mendapatkan informasi tersebut tim opsnal langsung menuju lokasi dan mengamankan tersangka serta dibawa ke Mako Polrestabes Medan untuk dilakukan pemeriksaan lanjut," kata Firdaus, Rabu (16/2/2022) siang.

Firdaus mengungkapkan, setelah diamankan, tersangka yang bekerja sebagai penarik becak itu kemudian dilakukan tes urin. Dan Setalah dilakukan tes urin hasilnya negatif.

"Hasil tes urin negatif ganja, negatif sabu-sabu dan negatif morfin. Namun, pelaku mengakui pernah menggunakan narkoba jenis sabu pada akhir November 2021 dan menggunakan ganja tahun 2017," ungkap mantan Kasat Reskrim Polresta Deliserdang tersebut.

Firdaus menjelaskan, penangkapan tersangka berdasarkan laporan korban Suryati dengan Laporan Polisi Nomor : LP/ B /524/ II / 2022 / SPKT Polrestabes Medan / Polda Sumatera Utara tanggal 14 Februari 2022.
Di mana, tersangka yang bekerja sebagai penarik becak itu tega menganiaya ibu kandungnya karena sakit hati dan emosi tidak diberi uang.

"Tersangka emosi karena tidak diberi uang oleh ibunya sebesar Rp 20.000," ungkap Firdaus.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang wanita mendatangi Mapolrestabes Medan dengan kondisi wajah penuh darah. 

Ia mengadu karena dipukuli anak hingga berdarah, dan kerap menyiksa dirinya hanya pekara tak diberi uang.

Korban dan pelaku adalah warga Jalan Sei Mencirim, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Deliserdang.

Korban mendatangi Polrestabes Medan, Senin kemarin karena tak kuat lagi menahan penderitaan atas penganiayaan atas perlakuan anak kandungnya, GS.

“Anak saya sering memukuli, jika tak diberikan uang,” kata Suryati. (iNews)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »