PILIHAN REDAKSI

Hisap Lem Di Atap Gedung Pasar Raya Padang, Empat ABG Diamankan Satpol PP Padang

BENTENGSUMBAR.COM - Empat orang bocah kedapatan ngelem di lantai atas Gedung Pasar Raya Padang, terpaksa diamankan Satpol PP Pa...

Advertorial

Mendag Sebut Kedelai Naik Karena Babi China, Aktivis: Woi Babi Bukan Kambing Hitam!

          Mendag Sebut Kedelai Naik Karena Babi China, Aktivis: Woi Babi Bukan Kambing Hitam!
Mendag Sebut Kedelai Naik Karena Babi China, Aktivis: Woi Babi Bukan Kambing Hitam!
BENTENGSUMBAR.COM – Aktivis, Nicho Silalahi menanggapi pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi terkait kenaikan harga kedelai di Indonesia.

Mendag Lutfi diketahui mengatakan bahwa kenaikan kedelai salah satunya disebabkan oleh banyaknya babi di China.

Nicho Silalahi dengan tegas mengatakan bahwa babi bukanlah kambing hitam yang bisa disalahkan oleh Mendag Lutfi.

“Woi 5 Milyar Itu Babi Bukan Kambing Hitam,” tuturnya melalui akun Twitter pribadi @Nicho_Silalahi dilansir Galamedia Sabtu, 19 Februari 2022.

Namun, terlepas dari harga kedelain, Nicho bertanya soal kelangkaan minyak goreng.

“Ya sudah kalau gitu Kenapa Minyak Goreng Langka dinegara yang Sawitpun dikatakan tanaman Hutan ?” pungkasnya bertanya-tanya.

Mendag Lutfi mengatakan naiknya harga kedelai di Indonesia diyakini disebabkan adanya beberapa permasalahan dari negara importir yang salah satunya adalah cuaca buruk El Nina di kawasan Amerika Selatan.

"Jadi permasalahan kedelai di Indonesia yang harganya belakangan ini naik karena adanya beberapa permasalahan dan terjadinya El Nina di Argentina,” ujarnya dilansir melalui Antara.

Mendag Lutfi memaparkan, harga kedelai per gantang naik menjadi US$ 18, di mana sebelumnya hanya US$ 12.

Selain dari dampak cuaca buruk El Nina di Argentina dan wilayah Amerika Selatan, naiknya harga kedelai diyakini dipengaruhi oleh kebutuhan besar di China.

Dia menyatakan bahwa baru-baru ini, ada lima miliar babi baru yang semua pakannya adalah kedelai di China.

“Di China itu, awalnya peternakan babi di sana tidak makan kedelai, tapi sekarang makan kedelai. Apalagi baru-baru ini ada lima miliar babi di peternakan China itu makan kedelai,” jelasnya.

Mendag Lutfi menuturkan, saat ini pihaknya sementara menyiapkan mitigasi dari melambungnya harga kedelai secara nasional.

"Sekarang ini kami sedang menyiapkan mitigasinya dan kesempatan pertama minggu depan akan kami umumkan kebijakannya seperti apa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mendag Lutfi menyampaikan kebutuhan kedelai dalam negeri setiap tahunnya adalah 3 juta ton, sementara budi daya dan suplai kedelai dalam negeri hanya mampu 500 hingga 750 ton per tahunnya. (Galamedia)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »