PILIHAN REDAKSI

Catatan Pinta Nirwana: Tradisi Bararak di Pasaman

PERNIKAHAN  ialah dimana sebuah laki laki dan perempuan yang telah matang melanjutkan ke jenjang yang lebih serius biasanya usia...

Advertorial

Pendakwah Khalid Basalamah Sebut Wayang Dilarang Islam, EK: Wahabi Selalu Sudutkan Budaya Lokal

          Pendakwah Khalid Basalamah Sebut Wayang Dilarang Islam, EK: Wahabi Selalu Sudutkan Budaya Lokal
Pendakwah Khalid Basalamah Sebut Wayang Dilarang Islam, EK: Wahabi Selalu Sudutkan Budaya Lokal
BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi mengomentari pernyataan pendakwah kondang Ustaz Khalid Basalamah yang menyebut kesenian Wayang dilarang dalam ajaran agama Islam.

Eko Kuntadhi pun lewat cuitannya di Twitter, Jumat 11 Februari 2022, menyebut Khalid Basalamah sebagai penceramah Wahabi. 

Menurutnya, para ustaz Wahabi selalu saja menyudutkan budaya lokal Indonesia seperti halnya wayang.

“Penceramah-penceramah Wahabi ini selalu saja menyudutkan budaya lokal,” cuit Eko Kuntadhi.

Eko pun lantas melontarkan sindiran menohok terkait pernyataan Khalid Basalamah itu dengan menyinggung tokoh film animasi Malaysia, Upin dan Ipin.

“Bisa bikin si Unyil sama Ipin-Upin ngambek nih. Anak kecil gak salah apa-apa diharamkan,” ujar Eko Kuntadhi.

Diwartakan sebelumnya, Ustaz Khalid Basalamah dalam sebuah video ceramahnya menyinggung soal kesenian Jawa yakni wayang. Menurutnya, hal itu dilarang dalam ajaran Islam.

Video ceramah Khalid Basalamah singgung soal wayang itu awalnya diunggah kanal YouTube Yarif.TV.

Dilihat dari video tersebut, tampak awalnya Khalid Basalamah membacakan pertanyaan dari seorang netizen soal hukum dalam Islam terkait kesenian wayang.

Selain itu, jamaah tersebut juga menanyakan bagaimana tobat yang harus dilakukan oleh dalang pewayangan jika kesenian itu dilarang Islam.

“Saya orang Jawa dan saya suka pewayangan. Apalah wayang dilarang? Bagaimana tobat profesi dalang?,” kata Ustaz Khalid membacakan pertanyaan dari jamaah itu.

Menjawab pertanyaan jamaah itu, Khalid Basalamah pun menyebut bahwa harusnya Islam yang dijadikan tradisi dan budaya oleh umat Muslim dan bukan sebaliknya.

“Tentu saja saya sudah pernah bilang teman-teman sekalian, tanpa mengurangi penghormatan terhadap tradisi dan budaya, kita harus tahu bahwa kita Muslim dan dipandu agama. Harusnya Islam dijadikan tradisi dan budaya. Jangan budaya di-Islamkan, susah. Meng-Islamkan budaya ini repot karena budaya banyak sekali,” ujar Khalid.

Menurutnya, meskipun kesenian wayang itu merupakan tradisi peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia namun bukan berarti hal itu harus dilakukan lantaran dilarang dalam ajaran Islam.

“Kalau memang ini (wayang) peninggalan nenek moyang kita, mungkin kita bisa kenang dulu oh ini tradisi orang dulu seperti ini, tapi kan bukan berarti itu harus dilakukan sementara dalam Islam dilarang. Harusnya kita tinggalkan,” tuturnya.

Ustaz Khalid Basalamah juga menjawab pertanyaan soal taubat yang harus dilakukan oleh dalang pewayangan. Menurutnya, jika sang dalang masih menyimpan wayang itu maka benda tersebut lebih baik dimusnahkan.

“Kalau masalah taubat, yah taubat Nasuha, dan kalau dia punya (wayang) lebih baik dimusnahkan, dalam arti kata dihilangkan,” tegasnya. (terkini)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »