PILIHAN REDAKSI

Bupati Langkat soal Warga Murtad: Tidak Benar Massal, Ini Ada yang Menggoreng!

BENTENGSUMBAR.COM - Bupati Langkat Syah Afandin buka suara soal kabar adanya warga yang murtad di Kabupaten Langkat, Sumatera U...

Advertorial

Curhatan Seorang Isteri di Facebook Lahirkan Serial Drama Layangan Putus

          Curhatan Seorang  Isteri di Facebook Lahirkan Serial Drama Layangan Putus
Curhatan Seorang Isteri di Facebook Lahirkan Serial Drama Layangan Putus
SIAPA yang akan menyangka sebelumnya, curhatan seorang istri, dengan judul Layangan Putus pada Facebook akan viral pada akhir 2019 dan kemudian dijadikan serial drama populer yang tayang perdana pada 26 November 2021 secara streaming di WeTV setiap hari Jumat dan Sabtu pukul 18.00 WIB. 

Beberapa kalimat dari drama tersebut sempat menjadi jargon dan booming dipakai masyarakat, seperti dialog sebagai berikut:

Oke-oke, fine. Kamu kerja keras buat aku sama Raya. Fine, thank you. Tapi yakin cuman buat aku sama Raya?

Terus ini apa? Lydia Danira itu siapa, Mas? Namanya ada di mana-mana lho, ini. Kamu sampe transfer berkali-kali ke dia pake rekening yang aku sendiri nggak tahu lho kamu punya, Mas.

Oh, nggak cuma itu. Kamu beliin dia Penthouse seharga 5 M. It’s the f*cking Penthouse. Terus, kamu bawa dia ke Cappadocia. It’s my dream, not her. My dream, Mas.

Dialog diatas terlontar oleh Kinan, tokoh utama, ketika terjadi pertikaian antara dirinya dan Aris, suaminya, pada satu adegan yang paling menyita perhatian pemirsa pada serial drama Layangan Putus episode 6. 

Serial drama yang diproduksi oleh MD Entertainment benar-benar menghipnotis para penontonnya.

Dibintangi oleh aktor dan aktris terkenal Indonesia, diantaranya Putri Marino sebagai Kinan, Reza Rahadian sebagai Aris, Anya Geraldine sebagai Lydia dan Frederika Cull sebagai Miranda, menambah daya tarik drama ini.

Ceritanya yang menyayat hati, khususnya bagi kaum perempuan,  berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya perselingkuhan.

Pasalnya, Aris dengan tega berselingkuh dengan Lydia di saat Kinan, istrinya, sedang hamil anak kedua mereka.

The Times of India dalam artikelnya berjudul “Why do people vent on social media?” tertanggal 16 September 2014 menyebutkan bahwa perasaan terluka atau kemarahan seseorang mendorong sebagian orang untuk menuliskan cerita kehidupan pribadi mereka di internet. 

Saat kesabaran orang tersebut habis, platform media sosial hadir sebagai medium yang dirasa tepat untuk meluapkan perasaannya. 

Harus kita akui, pemilihan media sosial seperti Facebook sebagai diary masa kini membuat orang dengan lebih mudah membeberkan hal-hal yang mereka rasakan tanpa perlu menyebutkan pihak bersangkutan secara lugas, alih-alih mengonfrontasi langsung. 

Ketika seseorang menuliskan pengalaman hidupnya di media sosial, yang diharapkan terjadi adalah seluruh mata pembaca tertuju pada permasalahannya.

Kenapa curhatan seorang isteri seperti Mommy ASF, si penulis curhatan ini, mendapatkan tempat khusus di hati kaum perempuan? Banyak pembaca merasakan apa yang dirasakan oleh Mommy ASF. 

Sebagai contoh, Ibu Ita (54 tahun), mengaku ikut menangis dan ingin membantu Mommy ASF untuk melabrak suami dan selingkuhannya. 

Kemudian Ibu Desi (38 tahun), mengaku sekarang menjadi paranoid pada suaminya sendiri setelah melihat kelakuan Aris terhadap isterinya yang sedang hamil. 

Secara kepribadian, Aris adalah seorang laki-laki agamis dengan tampilan luarnya mencerminkan lelaki baik-baik. Ternyata pada akhirnya, dia malah berselingkuh dan meninggalkan keluarganya demi perempuan idaman lain. 

Segala kemapanan standar berumah tangga dalam masyarakat yang aman dari perselingkuhan terpatahkan karena Layangan Putus.

Mungkin inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa serial drama Layangan Putus langsung meledak di pasaran, ditambah sisi marketingnya di lini media cetak dan elektronik sangat mumpuni. 

Berdasarkan pantauan kompas.com, jumlah penonton menembus angka15 juta dalam satu hari penayangan.

Menurut Lesley Simpson, Pimpinan WeTV dan iflix Indonesia, ada alasan khusus mengapa mereka mengambil kisah dari penulis lokal untuk dibuat besar seperti yang disampaikan dalam tabloid Bintang beberapa waktu yang lalu. 

Cerita Layangan Putus sudah dirilis dalam bentuk novel dan menjadi best seller. 

"Kita sengaja ambil penulis lokal Indonesia dan kita pengin penulis-penulis kita namanya besar di luar negeri. Jadi kita membuat produksi yang bisa gede di luar negeri dengan sutradara dan cast yang aktingnya istilahnya harus menerobos pasar Indonesia," ujar Lesley Simpson. 

Bahkan Manoj Punjabi selaku produser MD Pictures mengungkap bahwa serial drama Layangan Putus sangat menarik untuk diproduksi karena alur ceritanya lebih menakutkan dari film horor. 

Manoj pun berharap drama tersebut bisa menembus pasar luar negeri. 

"Ini bukan series horor tapi ini lebih serem dari horor. Kita ambil isu yang global soal perselingkuhan, di sini kita coba penggarapannya gimana tembus pasar internasional," kata Manoj Punjabi dalam Jumpa Pers di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis, 18 November 2021.

Apapun itu, ada pelajaran penting yang dapat kita ambil dari curhatan Layangan Putus. 

Menikah bukanlah suatu perkara sederhana. Kesetiaan dalam berumah tangga tidak bisa diukur dari tampilan fisik, materi, maupun faktor lainnya.

Sebab, mau sepintar, sekaya, secantik, hingga seganteng apa pun seseorang, tidak ada yang dapat  menghalangi pasangan melakukan perselingkuhan.

Kesetiaan datangnya dari diri sendiri yang telah berkomitmen dan sadar dengan segala konsekuensi sebuah pernikahan. 

Terlihat baik, agamis dan perhatian, belum tentu menjadikan pasangan setia. Begitulah pengalaman hidup yang bisa kita ambil dari serial drama Layangan Putus ini.

*Penulis: Amelia Gustiari dan Ferdinal,
Magister Ilmu Susastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »