PILIHAN REDAKSI

Mendagri Singapura: Ada Ancaman Serangan Serupa 9/11 dari Indonesia

BENTENGSUMBAR.COM - Singapura menerima ancaman mengenai potensi serangan yang sama dengan peristiwa 9/11. Ancaman tersebut bera...

Advertorial

Diancam, Seorang Remaja Pasrah Dicabuli Pedagang Pecel Lele

          Diancam, Seorang Remaja Pasrah Dicabuli Pedagang Pecel Lele
Diancam, Seorang Remaja Pasrah Dicabuli Pedagang Pecel Lele
BENTENGSUMBAR.COM - TS, 22, seorang pria asal Lampung yang tinggal di Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, tega mencabuli remaja 16 tahun. Mirisnya, korban dicabuli pelaku sebanyak 13 kali dengan ancaman.

"Iya (13 kali), karena adanya ancaman 'kalau kamu tidak melayani saya, nanti saya akan setubuhi adikmu'. Akhirnya korban menurut. Pelaku kerjanya sebagai pekerja di pedagang pecel lele. Pelaku bukan yang pemiliknya ya, hanya pekerja," ujar Kapolresta Tangerang Kombes Zain Dwi Nugroho, Senin, 14 Maret 2022, dilansir dari Medcom.id.

Zain menuturkan, kejadian pencabulan berawal pada Desember 2021, saat korban berkenalan dengan pelaku. Saat pertemuan pertama itu, lanjutnya, pelaku mengajak korban bertemu di kontrakannya di Balaraja, Kabupaten Tangerang.

"Sesampainya di lokasi, korban diajak masuk ke dalam kamar yang mana kontrakan tersebut dalam keadaan sepi, selanjutnya pelaku mengancam korban dengan perkataan tadi. Sehingga korban merasa takut dan menuruti keinginan pelaku," jelasnya.

Zain menambahkan, karena telah mengikuti permintaannya, pelaku pun merasa leluasa melakukan pencabulan tersebut. Pelaku, kata Zain, telah melakukannya terhadap korban sebanyak 13 kali.

"13 kali itu rentang waktu Desember 2021 hingga Februari 2022. Pelaku selalu melakukan tindakan itu di kontrakannya. Pelaku pun selau mengancam jika terjadi apa-apa enggak akan tanggung jawab," jelasnya.

Zain menjelaskan, korban yang merasa terancam akan tindakan pelaku, akhirnya menceritakan kejadian yang menimpanya kepada orang tuanya. 

"Korban bersama ibunya melaporkan kasus tersebut ke Polres. Petugas pun langsung melakukan visum dan benar ada kekerasan yang dialami korban," katanya.

Mendapat laporan tersebut, Zain menambahkan langsung bergerak menangkap pelaku. TS kemudian dijerat Pasal 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Kami berhasil tangkap pelaku di kontrakannya. Saat ini pelaku masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," ucap dia. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »