PILIHAN REDAKSI

Mujahid 212: Miyabi Pemicu Intoleran di Jakarta, Anies Baswedan dalam Bahaya

BENTENGSUMBAR.COM - Kedatangan Maria Ozawa alias Miyabi ke Jakarta, terancam batal. Mantan aktris film dewasa ini berencana men...

Advertorial

Dokter Tifa: Selama Puluhan Tahun Hidup, Baru Kali Ini Saya Rasakan Hidup di Indonesia Terasa Paling Menyesakkan

          Dokter Tifa: Selama Puluhan Tahun Hidup, Baru Kali Ini Saya Rasakan Hidup di Indonesia Terasa Paling Menyesakkan
Dokter Tifa: Selama Puluhan Tahun Hidup, Baru Kali Ini Saya Rasakan Hidup di Indonesia Terasa Paling Menyesakkan
BENTENGSUMBAR.COM – Dokter Tifauzia Tyassuma atau Tifa mengaku bahwa selama puluhan tahun hidup, baru kali ini ia merasakan hidup di Indonesia paling menyesakkan.

Ia juga menilai bahwa Pemerintah saat ini, yakini Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) merupakan pemerintah yang paling tidak tahu malu dan tidak tahu diri.

“Selama puluhan tahun hidup, baru kali ini saya merasakan hidup di Indonesia terasa paling menyesakkan,” kata Dokter Tifa pada Minggu, 27 Maret 2022.

“Dan Pemerintah yang paling tidak tahu malu dan tidak tahu diri,” sambungnya.

Dilansir dari Terkini.id dalam cuitan-cuitannya yang lain, Dokter Tifa memang kerap mengkritik keras Pemerintahan Jokowi.

Ia mengaku memang kritis terhadap hal-hal yang tidak benar dan merugikan rakyat banyak.

“Itu tanda jiwa saya sehat. Jiwa yang sehat itu, peka, peduli, empati, dan tahu kemana berpihak: berpihak pada kebenaran,” katanya.

Salah satu yang kerap dikritik Dokter Tifa adalah pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan yang kini tengah berjalan.

Dokter Tifa mengaku bahwa sebenarnya ia setuju dengan pemindahan Ibu Kota Negara atau IKN.

Hanya saja, ia tak setuju dengan ide Pemerintahan Jokowi mengenai pemindaan IKN ini.

Pertama, ia tidak setuju dengan jika pemindahan IKN dilakukan sekarang. Kedua, ia tidak setuju jika IKN dipindahkan ke Kalimantan.

“Dekat Jakarta saja. Seperti ide pak Harto, pindah ke Jonggol,” katanya.

Ketiga, Dokter Tifa tidak setuju dengan pemindahan IKN yang dalam prosesnya justru merampok tanah rakyat.

“Sekarang, Indonesia masih butuh Jakarta,” tandasnya. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »