PILIHAN REDAKSI

Hamili 3 Gadis Sekaligus, Seorang Pelajar Dilaporkan Ke Polisi

BENTENGSUMBAR.COM - MD (19), warga Kecamatan Giri Mulya, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, harus berurusan dengan hukum. Pria...

Advertorial

Forpedem Minta Polisi Tangkap Ibas yang Diduga Timbun Minyak Goreng Belasan Ton Saat Masyarakat Keselutian

          Forpedem Minta Polisi Tangkap Ibas yang Diduga Timbun Minyak Goreng Belasan Ton Saat Masyarakat Keselutian
Forpedem Minta Polisi Tangkap Ibas yang Diduga Timbun Minyak Goreng Belasan Ton Saat Masyarakat Keselutian
BENTENGSUMBAR.COM – Ketua Forum Peduli Demokrasi Indonesia (Forpedem Indonesia) Arief Hidayat minta kepolisian menangkap ibas guna untuk dilakukan pemeriksaan terkait darimana ibas dapatkan minyak goreng sebanyak 16 Saat kelangkaan minyak goreng di seluruh indonesia.

Menurut Aref tindakan melalukan operasi pasar untuk membantu masyarakat pekerjaan hal sangat luar biasa, namun seakan akan partai Demokrat menjadi pahlawan diatas penderitaan masyarakat sehingga polisi harus memeriksa ibas putra SBY ini agar clear isu tentang dugaan bahwa Partai Demokrat aktor langkanya minyak goreng di Indoensia.

“Polisi harus menagkap atau minimal memanggil ibas untuk dilakukan pemeriksaaan darimana Demokrat dapat minyak goreng sebanyak 16 ribu liter atau setara 16 ton minyak goreng itu, pasalnya saat ini telah menggelinding dugaan Partai Demokratlah dalang langkanya minyak goreng di Indonesia.” Ucapnya, dilansir dari Realitarakyat.com, Sabtu (19/3/2022).

Lanjut Areif, saat ini masyarakat masih menduga – duga selain yang 16 ton itu mingkin masih ada ratusan ton lagi yang di timbun. ” jangan – jangan selain yang 16 ton itu masih ada ratusan ton atau ribuan ton lagi yang di timbun," ucapnya.

Sebelumnya sebagaimana di ketahui Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menyalurkan 16.000 liter (16 ton) minyak goreng di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada Selasa (8/3/2022) yang lalu.

Atas langkah tersebut Forpedem Indonesia juga menyayangkan sikap parpol yang sekadar menggelar operasi pasar murah, padahal memiliki kapasitas yang lebih besar.

“Bagi Forpedem Indonesia, parpol ketika melakukan operasi pasar minyak goreng ini terlalu sederhana, terlalu kecil,” kata Arief Hidayat.

Ia mengatakan, partai politik seperti Demokrat , terutama yang memiliki perwakilan di legislatif seharusnya bisa membuat kebijakan yang memberikan dampak jangka panjang. 

Alih-alih mengadakan operasi pasar, seharusnya parpol bisa merumuskan kebijakan yang menjamin ketersediaan pasokan minyak goreng di pasar bagi masyarakat.

“Harusnya bukan melakukan operasi pasar, tapi bagaimana membuat kebijakan yang bisa mempunyai impact jangka panjang. Kalau operasi pasar cuma jangka pendek, itu untuk sekelas parpol, kenapa hanya operasi pasar? Itu bisa dilakukan yang lain,” kata Arief.

Untuk itu Forpedem Indonesia minta Kepolisian jangan segan – segan untuk melakukan pemeriksaan terhadap Demokrat khususnya kepada Ibas cs, pasanya sebelumnya menteri perdagang Muhammad Lutfi telah gamblang mengatakan akan menindak tegas oknum distributor yang menahan pasokan minyak goreng.

“Saya akan berkoordinasi dengan mabes polri bahwa semua yang melakukan kebijakannya di luar tugas dan wewenang pemerintah adalah hal yang melangar hukum dan kita akan sikat itu semua," ujar Mendagri beberapa waktu yang lalu.

Namun saat ditanya ke Mendagri apakah termasuk ibas akan di sikat juga, mendag soal proses hukum itu nanti di kepolisia. 

” Biarlah polisi yang bekerja dan yang jelas saya akan berkoordinasi dengan kepolisian, dan ingat pemerintah tidak akan mau kalah dengan mafia minyak goreng yang ingin mengambil keuntungan dari penderitaan rakyat,” ucapnya beberapa yang lalu.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »