PILIHAN REDAKSI

Gubernur Dukung Pemanfaatan Geotekstil untuk Pengurangan Abrasi dan Limbah di Kawasan Pantai

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), mendukung pengembangan dan pemanfaatan dan pengembangan potensi Geoteksti...

Advertorial

GOW Kota Pariaman Adakan Trauma Healing Korban Gempa di Nagari Kajai Pasaman Barat

          GOW Kota Pariaman Adakan Trauma Healing Korban Gempa di Nagari Kajai Pasaman Barat
GOW Kota Pariaman Adakan Trauma Healing Korban Gempa di Nagari Kajai Pasaman Barat
BENTENGSUMBAR.COM - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Pariaman bersama Forum Anak Kota Pariaman adakan kegiatan Trauma

Healing terhadap anak-anak beserta para ibu korban gempa bumi di Jorong Tanjuang Beruang dan Pasa Lakuak Nagari Kajai Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, Selasa (29/3/2022). 

GOW Kota Pariaman yang diketuai Indriati Mardison beserta rombongan langsung meninjau ke lokasi bencana dan bertemu dengan warga korban gempa didampingi  Sekda Kabupaten Pasaman Barat, Wali Nagari Kajai beserta perangkatnya.

Ketua GOW Kota Pariaman,  Indriati Mardison menyebutkan, Trauma Healing merupakan proses penyembuhan setelah trauma yang terjadi karena berbagai kejadian seperti salah satunya bencana alam gempa bumi yang terjadi di Nagari Kajai Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat ini.

"Kegiatan trauma healing kita disini lebih ditekankan kepada ibu-ibu korban gempa karena peran ibu sangatlah penting sebagai tumpuan keluarga. Maka kaum ibu-ibu ini dulu yang harus dipulihkan traumanya ," ujarnya.

Indriati menambahkan, banyak cara untuk menghilangkan trauma tersebut dengan memotivasi para ibu-ibu ini, karena mereka harus bangkit untuk memotivasi keluarganya terutama anak-anak mereka.

Istri Wakil Walikota Pariaman ini juga memotivasi para ibu-ibu tersebut untuk bersabar, karena bencana ini adalah ujian dari Allah, tetap berdoa dan semoga semuanya segera pulih.

GOW Kota Pariaman juga membawa bantuan berupa buku bacaan dan alat tulis untuk anak-anak, sembako dan kebutuhan lainnya untuk meringankan beban para pengungsi korban gempa bumi tersebut. (Erwin/AT)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »