PILIHAN REDAKSI

Pilpres 2024, Arief Poyuono Prediksi Kekuatan Jokowi Tidak Diperhitungkan Lagi

BENTENGSUMBAR.COM – Politikus Gerindra Arief Poyuono menilai sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan menjadi king maker ...

Advertorial

Gubernur Anies Baswedan akan Bangun Pabrik Minyak Goreng, Gandeng PT di Pemerintahan Ridwan Kamil

          Gubernur Anies Baswedan akan Bangun Pabrik Minyak Goreng, Gandeng PT di Pemerintahan Ridwan Kamil
Gubernur Anies Baswedan akan Bangun Pabrik Minyak Goreng, Gandeng PT di Pemerintahan Ridwan Kamil
BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memiliki terobosan yang baik di tengah kisruh ketersediaan minyak goreng, baik minyak goreng kemasan maupun minyak goreng curah.

Anies Baswedan melalui perusahaan daerah di DKI Jakarta sedang mempersiapkan membangun pabrik minyak goreng.

Tujuannya untuk membangun ketahanan pangan, terutama dari ketersedian minyak goreng.

Kerjasama pun sudah dijajaki. Di antaranya, Anies Baswedan menjajaki kerja sama dengan PT Agro Jabar.

PT Agro Jabar adalah sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat.

Perusahaan ini dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan daya guna aset daerah, mengembangkan investasi daerah, memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membantu menggerakkan perekonomian daerah.

Jika rencana Anies Baswedan membangun pabrik minyak goreng terlaksana, maka usaha ini bisa membantu menyelesaikan masalah kelangkaan minyak goreng, yang juga akan berpotensi terjadi di masa mendatang.

Sebagai informasi, Ketersediaan minyak goreng baik minyak goreng kemasan maupun minyak goreng curah masih menjadi masalah bagi masyarakat.

Di DKI Jakarta dan Jawa Bawat masih terdapat cerita antrean masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng.

Pemerintah merasa kewalahan mengatasi masalah minyak goreng.

Saat pemerintah membuat kebijakan subsidi dan menentukan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng, ketersediaan minyak goreng tiba-tiba langka. Antrean pun terjadi di mana-mana.

Pemerintah kemudian menghentikan kebijakan HET minyak goreng. Anehnya, seketika minyak goreng membanjiri minimarket dan supermarket.

Masalah kembali muncul karena masyarakat beralih mengonsumsi minyak goreng curah karena minyak goreng kemasan harganya mahal.

Lokasi Pabrik


Apakah lokasi pabrik minyak goreng akan dibangun di wilayah Jawa Barat yang dipimpin Gubernur Ridwan Kamil?

Dirut BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo mengatakan, penjajakan dengan PT Agro Jabar dan PT Agro Jateng kini tengah dilakukan guna mewujudkan hal itu.

Lantaran masih dalam tahap penjajakan, sampai saat ini belum ada keputusan mengenai lokasi pembangunan pabrik tersebut.

"Kami belum putuskan di mana rencananya (bangun pabrik minyak goreng) karena baru melakukan pembicaraan awal minggu lalu," ucapnya di gedung DPRD DKI, Rabu (23/3/2022).

Anak buah Gubernur Anies Baswedan ini menyebut, lokasi pabrik nantinya baru dibicarakan dalam diskusi lanjutan yang akan digelar dalam waktu dekat.

"Idealnya dekat pelabuhan, entah itu di Marunda atau di Surabaya atau mungkin di Kendal," ujarnya.

Pamrihadi menjelaskan, pembuatan pabrik minyak goreng ini bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan.

Ia pun mencontohkan, saat ini DKI berhasil mewujudkan ketahanan pangan untuk komoditas beras meski hampir di seluruh wilayah ibu kota tidak ada sawah.

"Beras ini kita mulai mandiri, kenapa? DKI tidak punya sawah, tapi food station saat ini bisa memiliki cadangan stok yang cukup," tuturnya.

Terkait pemilihan PT Agro Jabar dan PT Agro Jateng, ia menuturkan, pihaknya melihat dari sektor hilir.

Sebab, Jawa Barat dan Jawa Tengah punya daya serap yang relatif sama dengan DKI Jakarta bila dilihat dari jumlah penduduknya.

DKI tercatat memiliki penduduk sekitar 10 juta jiwa, Jawa Barat 35 juta jiwa, dan Jawa Tengah 30 juta jiwa.

"Poinnya adalah ketika kita memproduksi, market atau pasarnya ada apa enggak. Sekarang pasadena kan sudah digenggam nih, tinggal gimana kita memproduksinya," kata Pamrihadi.

Sebagai informasi, harga minyak goreng yang terus melambung tinggi menyebabkan emak-emak menjerit.

Pemerintah pusat sempat mengatur harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan Rp14.000.

Namun, aturan ini justru menyebabkan minyak goreng makin langka di pasar.
Masyarakat pun harus rela antre panjang demi mendapatkan minyak goreng.

Kemudian, kebijakan itu dicabut dan harga minyak goreng kemasan kembali diserahkan ke pasar.

Meski stok minyak goreng berangsur pulih, namun harganya di pasaran masih tetap tinggi.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »