PILIHAN REDAKSI

Hamili 3 Gadis Sekaligus, Seorang Pelajar Dilaporkan Ke Polisi

BENTENGSUMBAR.COM - MD (19), warga Kecamatan Giri Mulya, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, harus berurusan dengan hukum. Pria...

Advertorial

Jleb! Niat Mau Puji FPI dan Habib Rizieq, Lieus Sungkharisma Malah Kena Labrak, Langsung Mingkem!

          Jleb! Niat Mau Puji FPI dan Habib Rizieq, Lieus Sungkharisma Malah Kena Labrak, Langsung Mingkem!
Jleb! Niat Mau Puji FPI dan Habib Rizieq, Lieus Sungkharisma Malah Kena Labrak, Langsung Mingkem!
BENTENGSUMBAR.COM - Pengamat Politik Charta Politika Yunarto Wijaya mengomentari pernyataan aktivis sosial Lieus Sungkharisma. 

Dimana Lieus yang yang juga warga keturunan Tionghoa itu menyebut organisasi terlarang Front Pembela Islam (FPI) pernah mati-matian membela warga keturunan Tionghoa di Indonesia ketika kerusuhan 1998 pecah.

Yunarto Wijaya lantas menyindir balik Lieus. Sebab kerusuhan 1998 terjadi sebelum FPI berdiri secara resmi. Dihimpun dari berbagai sumber, FPI baru resmi berdiri pada 17 Agustus 1998 sedang kerusuhan 1998 terjadi pada 4 Mei tahun itu.

“FPI berdirinya kapan, kerusuhan terjadi kapan. Coba aja browsing,” kata Yunarto di akun twitternya seraya membagikan pernyataan Lieus yang dimuat dalam sebuah berita media daring sebagaimana dilihat Populis.id Senin (28/2/2022).

Adapun Lieus mengatakan ketika kerusuhan 1998 pecah, pedagang - pedagang keturunan Tionghoa yang ada di Jakarta kerap mendapat diskriminasi dari berbagai pihak, beruntung kata dia saat itu ada FPI bentukan Rizieq Shihab yang siap pasang badan membela warga Tionghoa. Lieus mengaku kebaikan FPI itu selama ini tidak pernah dimuat media manapun.

“Bahkan 98 (kerusuhan 1998) juga ada yang bilang, ‘waduh, dulu kalau gak ada FPI sih kita punya gudang-gudang itu banyak preman-preman yang malakin ya’, jadi FPI justru yang belain (pedagang tionghoa Indonesia) saat kerusuhan 98,” ujar Lieus menceritakan.

Tidak hanya itu, Lieus bahkan mengaku pimpinan FPI, Rizieq Shihab di mata warga Tionghoa bukan sosok yang menakutkan. 

Pemuka agama dari Petamburan, Jakarta Pusat yang kini meringkuk di penjara itu disebutnya sangat baik kepada masyarakat Tionghoa ketika itu.

Sumber: Wartaekonomi
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »