PILIHAN REDAKSI

Sahabat Ungkap Kronologi UAS Dideportasi Singapura Tanpa Penjelasan

BENTENGSUMBAR.COM - Ustaz Abdul Somad (UAS) dikabarkan dideportasi dari Singapura pada Senin (16/5/2022). Kabar tersebut ia bag...

Advertorial

Kontraktor Proyek Pariwisata Pantai Air Manis "Lari Malam", Kadis Pariwisata Kota Padang: Pekerjaan Tidak Terhenti Dong

          Kontraktor Proyek Pariwisata Pantai Air Manis "Lari Malam", Kadis Pariwisata Kota Padang: Pekerjaan Tidak Terhenti Dong
Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani dan Ketua Komisi III Boby Rustam Ketika Meninjau Proyek Pariwisata Pantai Air Manis.
BENTENGSUMBAR.COM - DPRD Kota Padang menggelar Rapat Kerja pada Senin, 21 Maret 2022, dengan Dinas Pariwisata Kota Padang, Dinas PUPR Kota Padang dan instansi terkait lainnya terkait temuan pada saat kunjungan lapangan Ketua DPRD Kota Padang dan Komisi III ke proyek parisiwata Pantai Air Manis beberapa waktu lalu.

Pada Rapat Kerja tersebut terungkap kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut "lari malam" alias meninggalkan pekerjaan yang sedang berjalan.

"Ya, dari penjelasan ketika Rapat Kerja tadi, kita ketahui kontraktornya lari malam. Ironisnya, kontraktor yang bersangkutan banyak mengerjakan proyek di Kota Padang dengan memakai badan hukum perusahaan yang berbeda," ungkap Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Boby Rustam ketika diwawancarai usai Rapat Kerja.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Eri Sandjaya mengaku, dengan Rapat Kerja tersebut, semua persoalan terkait proyek pariwisata di Pantai Air Manis menjadi terang benderang.

"Dengan adanya rapat ini semuanya jadi terang benderang, baik dari segi kontrak, perencanaan sampai ke realisasi pekerjaan. Kami berharap, kondisi seperti ini cepat diselesaikan, sehingga masyarakat dapat manfaat dari proyek ini," ungkap Eri Sandjaya.

Untuk pengerjaan toilet, kata Eri Sandjaya, sesuai tahapan yang dilakukan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen, reda), maka diperkirakan selesai bulan Maret ini. 

"Kami berharap, pihak ketiga (kontraktor proyek, red) ini menyelesaikan tepat waktu, supaya manfaatnya dapat dirasakan langsung, sebab sudah banyak masyarakat yang bertanya kepada kami kapan selesainya," terang Eri Sandjaya.

Terkait kontraktor yang "lari malam", Eri Sandjaya menegaskan, ada mekanisme  dan tahapan khusus untuk itu. Meski demikian, ia mengatakan pekerjaan tetap berjalan alias tidak terhenti.

"Saya kembalikan kepada mekanismenya, tentu ada tahapan khusus. Pekerjaan tidak terhenti dong. Pekerjaan akan dibayar ketika semuanya selesai. Jika pekerjaan sudah selesai, maka saya siapkan pembayarannya," katanya. 

Proyek Bernilai Miliaran Rupiah


Sebelumnya diberitakan, temuan mengejutkan itu terungkap ketika Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani dan Ketua Komisi III DPRD Kota Padang Boby Rustam meninjau pengerjaan proyek pariwisata di Pantai Air Manis tersebut pada Senin, 14 Maret 2022.

Pengerjaan yang ditinjau adalah pembangunan 40 kios yang menelan dana Rp2,5 miliar, 2 toilet yang menelan dana Rp750 juta, dan teater yang menelan dana Rp1,6 miliar.

"Dari peninjauan lapangan ini, kami temukan beberapa hal yang perlu dipertanyakan. Dari kios yang sudah PHO, kesimpulan kami PHO-nya terlalu prematur. Kenapa kami katakan prematur, karena masih banyak dari pekerjaan-pekerjaan itu yang jauh dari apa yang ada di perencanaan," ungkap Syafrial Kani.

Syafrial Kani mengaku miris melihat hasil pengerjaan kios. Pasalnya, beberapa item pekerjaan terkesan asal jadi. Apatah lagi, bagunan kios itu bertujuan untuk menjadi daya tarik pariwisata Pantai Air Manis.

"Contohnya dari segi finishingnya bermasalah, yang perlu diaci tidak diaci, pengerjaan tangga asal-asalan. Ini kan sangat merugikan, harusnya bagunan itu, karena ini untuk pariwisata, bagian dari promosi kita, harus punya daya tarik. Pariwisata itu kan menarik kunjungan. Jadi seperti yang saya katakan, terlalu prematur lah PHO itu," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Padang Boby Rustam mengaku kecewa dengan hasil pengerjaan kios tersebut. Ditambah lagi dengan pengerjaan toilet dan teater. Apalagi, pengerjaannya menelan anggaran hampir Rp5 miliar tersebut.

"Apa yang kami lihat, secara fisik yang kami tinjau dengan Ketua DPRD Kota Padang, kami sangat kecewa," ungkapnya kesal.

Sebab, jelas Boby, yang namanya destinasi wisata harus indah di pandang mata. Ironisnya, dari segi bangunan yang dikerjakan sangat mengecewakan.

"Dari segi bangunan, kami sangat kecewa. Ini kayaknya bukan kontraktor profesional yang mengerjakan, kayak tukang kampung yang mengerjakan. Padahal, jauh hari kami sudah mengingatkan Dinas Pariwisata Kota Padang," katanya. (by)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »