PILIHAN REDAKSI

Gebu Minang Bakal Beri Bantuan Gerobak untuk Pedagang Kecil

BENTENGSUMBAR.COM – Untuk  meningkatkan usaha pedagang kaki lima (PKL) dan usaha kecil mikro (UKM) di Sumatera Barat, Panitia M...

Advertorial

Menantu Rizieq Minta Jokowi Mundur jika Tak Bisa Jawab Tuntutan Umat, Politisi PDIP: Sok Galak, Lupa Mertua Saja Diborgol

          Menantu Rizieq Minta Jokowi Mundur jika Tak Bisa Jawab Tuntutan Umat, Politisi PDIP: Sok Galak, Lupa Mertua Saja Diborgol
Menantu Rizieq Minta Jokowi Mundur jika Tak Bisa Jawab Tuntutan Umat, Politisi PDIP: Sok Galak, Lupa Mertua Saja Diborgol
BENTENGSUMBAR.COM – Politisi PDIP, Ruhut Sitompul menanggapi menantu Muhammad Rizieq Shihab, Hanif Al Athos yang meminta Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk mundur apabila tak bisa memenuhi tuntutan umat.

Ruhut Sitompul menyindir bahwa Hanif mungkin ingin masuk penjara lagi menyusul mertuanya, Rizieq Shihab.

“Ini mantu minta masuk lagi ka’le gabung dengan mertua,” kata Ruhut Sitompul melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 26 Maret 2022.

“Ha ha ha kadrun sok galak lupa ya mertua saja diborgol waspada waspada waspadalah,” sambungnya.

Bersama pernyataanya, Ruhut Sitompul membagikan berita berjudul “Diperkenalkan Sebagai Ketua FPI, Menantu Habib Rizieq Minta Jokowi Mundur Jika Tak Jalankan Tuntutan PA 212”.

Dilansir dari Suara, Hanif Al Athos ikut bergabung dalam aksi demonstrasi kelompok PA 212 yang di Kawasan Patung Kuda, Silang Tugu Monas, Jakarta Pusat pada Jumat, 25 Maret 2022.

Dalam demo bertajuk “Aksi Bela Islam 2503” itu, Hanif diperkenalkan sebagai Ketua FPI atau Front Persaudaraan Islam.

“Alhamdulillah hadir juga di tengah kita ketum FPI, Front Persaudaraan Islam yang baru, Habib Muhammad Hanif Al Athos,” kata Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin.

Dalam orasinya dari atas mobil komando. Hanif membacakan lima tuntutan yang ditujukan kepada Presiden Jokowi.

“Kami minta semua penista agama untuk ditangkap tanpa terkecuali,” tegasnya.

Kemudian, Hanif menyampaikan bahwa mereka meminta kasus unlawful killing Laskar Front Pembela Islam (FPI) disidangkan di Pengadilan HAM.

Selain itu, ia juga meminta agar pemerintah menghentikan kriminalisasi terhadap ulama yang berseberangan dengan pemerintah.

Lalu, Hanif menyerukan agar pemerintah menjauhkan Indonesia dari oligarki.

“Selamatkan NKRI dari tekanan oligarki,” katanya.

Terakhir, Hanif meminta agar pemerintah menghentikan Islamphobia, sesuai ketetapan PBB yang telah perangi Islamphobia.

“Tuntunan ini kita minta ke Presiden Jokowi. Kalau Jokowi tak bisa jawab tuntutan umat sebaiknya Jokowi mundur,” tegasnya.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »