PILIHAN REDAKSI

Pilpres 2024, Arief Poyuono Prediksi Kekuatan Jokowi Tidak Diperhitungkan Lagi

BENTENGSUMBAR.COM – Politikus Gerindra Arief Poyuono menilai sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan menjadi king maker ...

Advertorial

Revitalisasi BUMDes, Pentingkah? Ini Kata Ahli

          Revitalisasi BUMDes, Pentingkah? Ini Kata Ahli
Revitalisasi BUMDes, Pentingkah? Ini Kata Ahli
BENTENGSUMBAR.COM - Menurut Yoyanda Krisma Armadika, faktor penyebab matinya BUMDes adalah tidak melakukan analisis kelayakan usaha berdasarkan potensi desa yang dimiliki atau lokalisasi, minimnya strategi yang digunakan, lemahnya pembinaan dari aparatur desa.

Untuk itu, langkah Kemendes PDTT dalam mendorong pertumbuhan BUMDes selama pandemi Covid-19 adalah melalui: 1) PP Nomor 11/2021 dan 2) Permendes Nomor 3/2021 dengan menyiapkan portal Bumdes.kemendesa.go.id untuk pendaftaran Badan Hukum BUMDes dan BUMDes Bersama.

Hal ini terungkap dalam sebuah webinar SE-RING 3 atau Seminar Daring The Series 3 bertemakan “Revitalisasi Bumdes di Masa Pandemi dan Paska Pandemi” yang diselenggarakan oleh Universitas Pembangunan Nasional – UPN Veteran Jawa Timur, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi.
Webinar ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 19 Maret 2022, mulai pukul 09.00 – 12.00 WIB. Gempita sebagai host, Khusnul Fatikha sebagai moderator dan pembuka acara adalah Dwi Suhartini -  UPN Veteran Jawa Timur, sedangkan Munari sebagai keynote speaker.

Desa Membangun Indonesia

“Implementasi Poject Based Learning PMD – Professioal Magister Development bertujuan agar SDM memiliki inter/ intra personal yang tinggi, memiliki kemampuan/ kapasitas yang tinggi dalam bidang yang digeluti,” ungkap Dwi Suhartini.

Drs. Ec. Munari. M.M., CAPM., CIBA, CIIQA – keynote speaker, dosen jurusan akuntansi UPN Veteran Jatim menjelaskan bahwa BUMDes itu bisa membangun desa dengan cara warga desa dapat memanfaatkan BUMDes dengan baik. "Desa Membangun Indonesia," katanya.

Narasumber Yoyanda Krisma Armadika, mahasiswa magister jurusan akuntansi UPN Veteran Jatim memaparkan prinsip pengelolaan BUMDes, yaitu kooperatif, partisipatif, emansipatif, transparan, akuntabel, sustainabel.

Rudy Suryanto, SE., M.Acc.,Ak., CA – Founder Bumdes.id menuturkan, revitalisasi BUMDes bukan masalah penggantian pengurus ansich, juga bukan merubah AD/ ART semata atau mengganti unit usahanya. Akan tetapi lebih kepada: 1) Revitalisasi usaha dan 2) Tata kelola BUMDes. Ada unsur inovasi dalam revitalisasi BUMDes.

Terakhir Rudy Suryanto memberikan 5 cara Tips dan Trik untuk me-revitalisasi BUMDes agar tetap bertahan di masa pandemi maupun pasca pandemi Covid-19, sebagai berikut:

1).Engineering pendanaan, mengumpulkan permodalan bukan saja berasal dari Dana Desa, tapi juga ditarik dari warga masyarakat desa itu sendiri dan dari pihak ketiga lainnya.

2).Engineering pemasaran, memberikan voucher belanja kepada pegawai di perusahaan yang ada di sekitar desa untuk membeli/belanja kebutuhan sehari-hari  di unit usaha BUMDes.

3).Engineering model bisnis, merubah cara bisnis konvensional kepada digitalisasi ekonomi dengan memanfaatkan media sosial seperti: Facebook, Instagram, Yotube dan marketplace yang ada.

4).Engineering kebijakan, membuat Peraturan Desa khusus untuk melindungi kebutuhan makan/minum warga masyarakat desa.

5).Engineering media, melakukan pendekatan promosi/iklan produk-produk yang ada di desa, baik produk yang berasal dari pelaku UMKM maupun warga tani atau nelayan setempat.

Dilaporkan oleh: H. Ali akbar
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »