PILIHAN REDAKSI

Aneh! Lin Che Wei Bukan Pejabat Kemendag tapi Jadi ‘Penentu’ Rekomendasi Ekspor CPO

BENTENGSUMBAR.COM - Peran Lin Che Wei dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO (Crude Palm Oil) lagi-lagi bikin publik tercengang....

Advertorial

Aipda AAGC Tinggalkan Pesan di Selembar Kertas Sebelum Tewas, Isinya Bikin Bulu Kuduk Berdiri

          Aipda AAGC Tinggalkan Pesan di Selembar Kertas Sebelum Tewas, Isinya Bikin Bulu Kuduk Berdiri
Aipda AAGC Tinggalkan Pesan di Selembar Kertas Sebelum Tewas, Isinya Bikin Bulu Kuduk Berdiri
BENTENGSUMBAR.COM - Kematian anggota Satuan Sabhara Polres Klungkung berinisial Aipda AAGC, 41, yang ditemukan tewas gantung diri, masih menyisakan misteri.

Korban Aipda AAGC ditemukan tewas di gudang merajan rumahnya di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali, kemarin sore.

Belum diketahui pasti penyebab bintara senior Polri ini mengakhiri hidupnya dengan cara tragis dan tidak wajar.

Sebelum ditemukan tewas, ayah korban berinisial AAGN, 70, menemukan selembar kertas.

Kertas itu tergeletak di atas tempat tidur korban.

Di selembar kertas itu tertulis kalimat ‘Rage di Merajan artinya saya di merajan’.

AAGN yang tidak paham dengan maksud isi tulisan kalimat itu segera  mencari korban.

Niat AAGN adalah menanyakan maksudnya.

Namun, betapa kagetnya AAGN saat tiba di gudang merajan menemukan anaknya gantung diri dalam kondisi sudah kaku.

Menemukan anak kandungnya bunuh diri, AAGN spontan teriak histeris hingga mengundang saksi GAT datang.

GAT yang tidak lain istri korban ikut teriak histeris sambil menangis mendapati suaminya mengakhiri hidupnya di tiang gantungan.

AAGN segera berlari ke dapur mengambil pisau untuk memotong tali yang melilit leher korban, sedangkan GAT menghubungi kerabatnya yang lain.

Setelah kerabatnya datang, korban Aipda AAGC segera dibawa ke bale gedong untuk disemayamkan sementara waktu.

Kasus bunuh diri ini kemudian dilaporkan ke Polsek Gianyar Kota.

Kapolsek Gianyar Kompol Gede Putra Astawa bersama tim identifikasi dan Puskesmas Gianyar 1 lalu datang ke lokasi kejadian.

Berdasar hasil pemeriksaan tim medis, korban diperkirakan sudah meninggal tiga jam sebelum ditemukan tewas.

Tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan dalam tubuh korban kecuali tubuh yang sudah kaku.

“Untuk motifnya masih diselidiki,” papar Kompol Gede Putra Astawa. 

Sumber: JPNN.com
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »