PILIHAN REDAKSI

Demo di Gladag Solo, Massa Tuntut Jokowi Turun

BENTENGSUMBAR.COM - Seratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Indonesia menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Gladag...

Advertorial

Ributkan Warisan, Kakak Adik Bersimbah Darah Duel Pakai Celurit

          Ributkan Warisan, Kakak Adik Bersimbah Darah Duel Pakai Celurit
Ributkan Warisan, Kakak Adik Bersimbah Darah Duel Pakai Celurit
BENTENGSUMBAR.COM - Permasalahan warisan, sepertinya sering menjadi pemicu hubungan persaudaraan merenggang, bukan hanya merenggang, bahkan di Tasikmalaya dua orang kakak adik duel nyaris saling bunuh menggunakan celurit karena meributkan masalah warisan.

Peristiwa yang menggegerkan warga tersebut terjadi di Kampung Gunung Cihcir, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota tasikmalaya pada Rabu (09/03) siang sekira pukul 14.00 WIB.

Kedua kakak beradik ini berduel sambil membawa senjata tajam (sajam), untungnya sempat diketahui warga, sehingga langsung dilerai, sehingga tidak sampai ada korban yang meninggal. 

Meski begitu, keduanya telah bersimbah darah sama-sama mengalami luka dan mendapat pertolongan medis.

Kedua belah pihak yang bertikai adalah DR (48) warga Gunung Cihcir, dengan adiknya, WA (42), warga Kampung Johor Utara, Desa Karangwetan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang.

Kapolsek Indihiang, Polres Tasikmalaya Kota, Kompol Didik Rohim Hadi membenarkan adanya informasi peristiwa perkelahian ini.

Kakak adik yang bertikai ini dilerai pihak RT dan warga setempat, sehingga tak sampai ada korban jiwa. 

Petugas Polsek Indihiang mengamankan barang bukti senjata tajam yang digunakan kakak beradik yang duel hingga keduanya mengalami luk-luka.

“Jadi awal kejadian DR dan WA ini adalah saudara kandung ada permasalahan keluarga. WA datang dari Karawang untuk menemui kakak kandungnya, DR terkait permasalahan rumah warisan,” paparnya.

Didik melanjutkan, permasalahan internal keluarganya ini memanas hingga DR menantang sang adik untuk datang ke Kota Tasikmalaya menuntaskan masalah tersebut.

“Pada saat mereka bertemu, karena masing–masing sudah emosi kemudian terjadilah perkelahian. Masing-masing menggunakan alat senjata tajam berupa celurit,” terangnya.

Didik menambahkan, akibat perkelahian itu, WA mengalami luka robek di telapak tangan kiri serta luka robek di bagian punggung. WA pun dibawa ke Puskesmas Bantarsari untuk mendapatkan pertolongan.

“Sedangkan DR mengalami luka robek di bagian telapak tangan kiri. DR dibawa ke RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya,” tambahnya.

Dalam kejadian ini, pihaknya mengamankan barang bukti 1 buah samurai kecil, 2 buah celurit dan 1 buah pisau panjang. 

Pihaknya saat ini tengah memediasi kedua belah pihak yang bertikai agar bisa diselesaikan secara kekeluargaan. 

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »