PILIHAN REDAKSI

Aneh! Lin Che Wei Bukan Pejabat Kemendag tapi Jadi ‘Penentu’ Rekomendasi Ekspor CPO

BENTENGSUMBAR.COM - Peran Lin Che Wei dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO (Crude Palm Oil) lagi-lagi bikin publik tercengang....

Advertorial

Vladimir Putin Bakal ke Indonesia, Natalius Pigai: Saya Menolak, Lawan!

          Vladimir Putin Bakal ke Indonesia, Natalius Pigai: Saya Menolak, Lawan!
Vladimir Putin Bakal ke Indonesia, Natalius Pigai: Saya Menolak, Lawan!
BENTENGSUMBAR.COM - Aktivis HAM, Natalius Pigai, secara terang-terangan menolak kedatangan Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk menghadiri KTT G20 di Bali, yang akan digelar pada Oktober 2022 mendatang. Natalius menganggap, Putin tak layak menjadi anggota G20.

“Putin sebagai penjahat kemanusiaan tidak layak mendapat tempat terhormat di G20 2022,” tegas Natalius dikutip dari akun Twitternya, Jumat (25/3/2022).

Sebenarnya, Natalius tidak membenci Rusia. Akan tetapi, semenjak negara berjuluk Beruang Merah ini dipimpin Putin, da merasa aneh. Hanya saja, karakter dan sikap orang nomor satu di Rusia itu yang keras hingga melakukan invasi ke Ukraina, membuat hal itu, kata Natalius, harus dilawan.

“Sebagai aktivis kemanusiaan saya menolak kehadiran Putin di Bali. meskipun saya tidak membenci orang Rusia tetapi karakter jahat Putin harus dilawan,” jelasnya.

Memang, konflik Rusia dengan Ukraina tidak menghalangi rencana Presiden Vladimir Putin menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali nanti.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan kehadiran Presiden Vladimir Putin akan ditentukan berbagai hal, tetapi orang nomor satu negeri Tirai Besi itu memastikan akan hadir.

“(Kehadiran Putin) Akan ditentukan oleh banyak hal, termasuk situasi Covid-19 yang saat ini kian membaik. Namun, ya, hingga saat ini (Putin) ingin hadir,” ujar Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva, dilansir dari Fajar.co.id pada Sabtu, 26 Maret 2022.

Kehadiran Presiden Putin sempat dipertanyakan sejumlah negara anggota G20, termasuk Amerika Serikat dan negara Barat lainnya.

Mereka menuntut Rusia tidak diikutkan lagi dalam keanggotaan G20 setelah melakukan invasi ke Ukraina.

Namun, tuntutan negara Barat itu dianggap menjadi kemunduran bagi G20 yang sejak awal dibentuk untuk merespons situasi dan tantangan ekonomi dunia.

“Jika Rusia dikeluarkan dari forum semacam ini, langkah itu tidak akan memperbaiki, tak membantu perbaikan situasi ekonomi, bahkan sebaliknya tanpa Rusia ini akan sulit,” kata Dubes Lyudmila Vorobieva.

Menurutnya, Rusia sejauh ini telah mengikuti berbagai pertemuan dalam rangkaian G20, baik yang diselenggarakan secara daring maupun luring.

Rusia juga mendukung Presidensi Indonesia di G20, beserta prioritas dan slogan Recover Together, Recover Stronger. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »