PILIHAN REDAKSI

Ekspor CPO kembali Dibuka, Andre Rosiade: Solusi Menyelamatkan Petani

BENTENGSUMBAR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membuka kembali ekspor sawit mentah (CPO) dan minyak goreng mulai Senin ...

Advertorial

Beda Perlakuan di Masjid UGM: Anies Diteriaki 'Presiden', Ganjar malah Didemo Jemaah

          Beda Perlakuan di Masjid UGM: Anies Diteriaki 'Presiden', Ganjar malah Didemo Jemaah
Beda Perlakuan di Masjid UGM: Anies Diteriaki 'Presiden', Ganjar malah Didemo Jemaah
BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengisi ceramah salat tarawih di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada, Kamis malam, 7 April 2022.

Materi yang disampaikan Anies bertema "Menjadi Manusia Bernilai Menyongsong Indonesia Memimpin Dunia 2024".

Anies menyampaikan rasa senangnya mendapat undangan mengisi ceramah di Masjid UGM. Bagi Anies, berkunjung ke Yogyakarta, terutama UGM, menjadi nostalgia.

"Sangat besar artinya. Saya tumbuh besar di kampus Gadjah Mada. Rumah saya 500 meter di utara Fakultas Kehutanan, utara Selokan Mataram. SD saya di Sekip. Jadi pulang ke kampus Gadjah Mada, jadi pulang ke rumah sendiri," tuturnya.

"Jadi saya merasa sangat bersyukur malam hari ini dapat kesempatan untuk bisa kembali. Dulu saya bagian ngundang pembicara untuk datang, sekarang saya bagian diundang," katanya.

Usai mengisi ceramah, Anies langsung turun mimbar dan langsung disambut riuh para jemaah. Mereka meneriakkan Anies, "presiden, presiden!"

Tak hanya itu, para jemaah yang hadir juga berebut ingin foto bersama Anies.

"Presiden, presiden, presiden, Anies presiden," teriak para jemaah.

Beda perlakuan terhadap Ganjar
Berbeda dengan Anies, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ketika datang untuk mengisi ceramah di Masjid UGM, Rabu kemarin, 6 April 2022, justru disambut kurang bersahabat.

Spanduk besar terbentang dengan tulisan kapital, KELESTARIAN ALAM BAGIAN DARI IMAN. Tulisan di spanduk putih itu menggunakan cat semprot.

"Ini merupakan solidaritas dari teman-teman kami, dari individu-individu, karena sebagian solidaritas kami kepada masyarakat Wadas yang terkena represivitas waktu itu. Hingga saat ini, masyarakat Desa Wadas masih belum mendapatkan kepastian dari pemerintah dan yang lain-lain," ujar Umar, salah seorang jemaah yang ikut membentangkan spanduk, seperti dinukil dari detikcom.

Menurut Umar, aksi pembentangan spanduk itu spontanitas. "Ini simbolik aja ya, cuma kebetulan ada Ganjar. Makanya kita hari ini melakukan seperti ini," ujarnya.

Sementara itu, Ganjar tidak mempermasalahkan aksi membentangkan spanduk dari para jemaah.

"Ada yang bawa spanduk, mungkin mau menuliskan. Diangkat juga saya tidak apa-apa, karena itu bagian dari exercise politik. Diangkat saja Mas, enggak apa-apa," kata Ganjar di mimbar.

Ganjar mengatakan, pembentangan spanduk tersebut adalah bagian dari demokrasi. Dia tidak mempermasalahkan adanya spanduk yang dibentangkan ketika dirinya sedang berceramah.

"Ini bagian dari salat tarawih yang sangat menarik di UGM. Inilah demokrasi," ujar Ganjar disambut dengan tepuk tangan sebagian jemaah.

"Saya sangat senang dengan kekritisan kawan-kawan. Inilah diskusi yang selalu terbuka untuk mendewasakan kita semuanya," ujar Ganjar, dilansir dari Pantau. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »