PILIHAN REDAKSI

Desak Pembatalan Sponsor Minuman Keras untuk Formula E, Novel Bamukmin: Anies Pilihan Umat Islam dengan Semangat Bela Agama

BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengaku kecewa dengan langkah panitia dan Pemprov ...

Advertorial

Fahri Hamzah: Sebelum Lengser, Jokowi Sebaiknya Diberi Gelar Bapak Rekonsiliasi

          Fahri Hamzah: Sebelum Lengser, Jokowi Sebaiknya Diberi Gelar Bapak Rekonsiliasi
Fahri Hamzah: Sebelum Lengser, Jokowi Sebaiknya Diberi Gelar Bapak Rekonsiliasi
BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, mengusulkan agar Presiden Jokowi diberi gelar Bapak Rekonsiliasi. Menurut dia, Jokowi telah berhasil merangkul lawan politik pada Pilpres 2019 lalu.

Lawan politik yang dimaksud adalah Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, yang telah diberikan kursi di Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Namun, Jokowi dinilai masih perlu menuntaskan kasus pembelahan yang terjadi di masyarakat akibat polarisasi Pilpres 2019, yang hingga kini belum selesai dan cenderung meningkat ekskalasinya jelang Pemilu 2024.

"Saya masih khawatir dengan pembelahan yang ada di akar rumput itu sebabnya kalau misalnya Pak Jokowi mau diberi gelar, saya lebih suka kalau beliau mengejar gelar Bapak Rekonsiliasi. Sebab kalau bisa, sebelum beliau turun, beliau menyatukan kembali negara kita yang agak terpecah di arus bawah," kata Fahri dalam keterangannya, Selasa (19/4).

Menurut Fahri, capaian fisik yang diraih Jokowi dalam pembangunan infrastruktur yang masif bisa hilang jika Indonesia tidak berhasil melakukan rekonsiliasi sesama anak bangsa, serta mengakhiri pembelahan dan polarisasi politik di masyarakat.

"Saya merasa bahwa semua capaian secara fisik itu bisa hilang kalau rekonsiliasinya gagal. Jadi lebih baik dituntaskan rekonsiliasinya supaya capaian fisiknya otomatis kita dapatkan," kata mantan Wakil Ketua DPR ini.

Lebih lanjut, Fahri menilai, jika Jokowi berhasil merekonsiliasi rakyatnya, maka kesuksesan lainnya akan mengikuti. 

Fahri mengatakan masyarakat Indonesia saat ini sensitif, sehingga butuh pendekatan dan berbicara dari hati ke hati untuk menuntaskan suatu permasalahan.

"Kalau rekonsiliasinya sukses, maka Pak Jokowi bisa mendapatkan lebih banyak dari yang lain selain rekonsiliasi juga infrastruktur. Buktinya orang sensitif semua," beber Fahri.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Sekretariat Negara lewat akun Instagramnya membuat unggahan.

Dalam unggahan tersebut, Soekarno disebut sebagai Bapak Proklamator, Soeharto sebagai Bapak Pembangunan, BJ Habibie sebagai Bapak Teknologi, Gus Dur sebagai Bapak Pluralisme, Megawati Soekarnoputri sebagai Ibu Penegak Konstitusi, dan SBY sebagai Bapak Perdamaian.

Sumber: Kumparan
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »