PILIHAN REDAKSI

Pimpin Upacara Hardiknas 2022Wako Hendri Septa: Mari Laksanakan Pendidikan Dalam Kondisi Apapun

BENTENGSUMBAR.COM - Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2022 tingkat Kota Padang, Pemerintah Kota (Pemko) P...

Advertorial

Gagal Dilakukan SBY tapi Berhasil di Tangan Jokowi, Burhanuddin Muhtadi: Dia yang Kontrol Partai Politik

          Gagal Dilakukan SBY tapi Berhasil di Tangan Jokowi, Burhanuddin Muhtadi: Dia yang Kontrol Partai Politik
Gagal Dilakukan SBY tapi Berhasil di Tangan Jokowi, Burhanuddin Muhtadi: Dia yang Kontrol Partai Politik
BENTENGSUMBAR.COM - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi membandingkan pemerintahan era SBY dan Jokowi.

Menurtunya, Jokowi berhasil melakukan sesuatu yang gagal dilakukan oleh Susilo Bambang yudhoyono (SBY) saat menjabat dulu.

Hal itu berkaitan dengan oligarki yang memiliki andil di dalam pemerintahan dan pembuatan kebijakan selama ini.

Akan tetapi, berbeda dengan SBY yang gagal mengontrol oligarki, Jokowi justru menjadi super kuat berkat mereka.

"Oligarki itu masuk ke dalam partai dan itu yang membuat posisi Pak Jokowi menjadi Super Kuat," ucap Burhanuddin Muhtadi, Kamis, 28 April 2022.

"Super kuat dalam pengertian di periode Pak SBY menjadi presiden meskipun polanya sama oligarki masuk dalam partai politik, partai politik ditumpuk dalam kabinet over size yang dibentuk oleh Pak SBY, tetapi bedanya zaman itu partai politik yang mengontrol presiden," katanya menambahkan.

Burhanuddin Muhtadi pun mengatakan bahwa dalam banyak kasus, presiden tidak mampu mengontrol kabinetnya sendiri.

"Tapi dalam masa Jokowi itu kebalikannya, jadi alih-alih partai politik mengontrol presiden, Presiden Jokowi yang mengontrol partai politik," ujarnya.

"dan ini yang membuat akhirnya agenda kebijakan yang tidak populer sekalipun lolos, itu tadi karena ada penyatuan kepentingan para oligarki, sesuatu yang sebenarnya akan sangat berguna buat demokrasi jika mereka berkelahi," tutur Burhanuddin Muhtadi menambahkan.

Oleh karena itu, dia menekankan bahwa demokrasi Indonesia justru diuntungkan jika oligarki saling berkelahi.

"Jadi demokrasi itu diuntungkan kalau mereka berkelahi bukan bersekongkol, berkelahi dalam pengertian idenya bertentangan, interest-nya bertentangan," kata Burhanuddin Muhtadi.

Salah satu buktinya adalah gagalnya wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden direalisasikan.

"Nah ada secercah harapan dalam kasus gagalnya penundaan Pemilu, di mana kepentingan oligarki lagi-lagi tidak sama," ucap Burhanuddin Muhtadi.

"Ini menjelaskan mengapa kemudian ide tentang penundaan atau tiga periode gagal, karena tidak ada kesamaan terkait dengan apakah masa pemerintahan Pak Jokowi harus diperpanjang atau tidak," tuturnya menambahkan.

Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa ada kepentingan ekonomi-politik ditambah nilai demokrasi yang berbeda di antara para oligarki.

"Ada kelompok di sekitar Pak Jokowi yang sangat agresif untuk mengusung ini tapi lupa bahwa pemerintahan ini bukan hanya dia yang punya, ada banyak kepentingan lain yang mungkin berseberangan," ujarnya.

"Dan karena mereka berkelahi dalam soal isu ini, publik bisa mendesakkan agenda supaya stop terkait dengan wacana penundaan atau tiga periode," kata Burhanuddin Muhtadi menambahkan, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored, Jumat, 29 April 2022.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »