PILIHAN REDAKSI

Dr Tifa Ketakutan Diancam Seseorang di Tol: Sobatku Mas Jenderal Listyo Sigit, Saya Harus Lapor Kemana?

BENTENGSUMBAR.COM – Epidemolog sekaligus pegiat media sosial dr Tifa ketakutan setelah mendapat ancaman. Dr Tifa yang doyan kri...

Advertorial

Jenis-Jenis Kuliner yang Terdapat di Pantai Pariaman Yang Cocok Dimakan Waktu Santai

          Jenis-Jenis Kuliner yang Terdapat di Pantai Pariaman Yang Cocok Dimakan  Waktu Santai
Ditulis Oleh: Melisa Afriyani, Mahasiswi jurusan Sastra Minangkabau Universitas Andalas
DI tepi pantai kita menikmati pemandangan yang sangat indah. Waktu yang sangat tepat untuk pergi ke Pantai yaitu pas menjelang senja atau menjelang matahari terbenam, karena pas waktu itu terlihat sansetnya sangat indah di pandang, dengan sanset yang indah banyak anak-anak muda-muda pergi ke Pantai untuk berfoto di dekat sanset tersebut. 

Pantai merupakan sebuah pemandangan yang sangat indah di pandang, pergi ke Pantai juga bisa untuk menghilangkan Rasa suntuk atau menghilangkan semua masalah-masalah yang kita hadapi. 
Inilah jenis kuliner yang terdapat di Pantai Pariaman.

1. Kerupuk mi

Kerupuk mi merupakan makanan atau cemilan yang berupa kerupuk yang diberi kuah dan diatas kerupuk itu diberi mie. kerupuk mi juga merupakan makanan tradisi yang sudah ada sejak dahulu. 

Sampai saat ini kerupuk mi itu masih ada orang jualannya, yaitu di tepi pantai. Kerupuk mi ini juga banyak di jual orang di pantai Pariaman.

Bahan-bahan: 
20 buah kerupuk ubi
- Bumbu mie:
1 bgks besar bihun/soun direndam
2 btg daun bawang dan seledri iris tipis
4 siung bawang merah iris halus
3 siung bawang putih iris halus
3 lmbr kol putih iris tipis/boleh skip
1 sdm cabe merah halus
1 sdm kecap manis
1 blok kaldu maigi
1 sdt garam

Secukupnya minyak goreng u menumis
- Bumbu kuah sate dihaluskan:
1 ruas lengkuas
1 ruas kunyit
1 ruas jahe
6 siung bawang merah
4 siung bawang putiih 1 sdm bumbu sate/ kambing
1 sdt garam
1 blok kaldu maigi
4 sdm tepung beras
5 gelas air putih
2 btg daun bawang n seledri iris tipi
3 lmbr daun jeruk
1 lmbr daun kunyit
1 btg serai

Secukupnya minyak goreng untuk  menumis

Langkah

A.  Panaskan minyak n goreng sampai kekuningan kerupuk, angkat n tiriskan. Blender halus semua bumbu u kuah sate, campur tepung beras dgn 1 gelas air aduk n tdk mengumpal.

B. Panaskan wajan tumis bumbu halus kuah date sampai wangi, tambahkan daun jeruk, daun kunyit, serai, garam, kaldu blok, air biarkan mendidih. Masukan tepung beras yg sdh diaduk rata dgn air. Aduk rata semua n biarkan sampai mendidih, tes rasa. Setelah matang matikan api.

C. Rendam soun/bihun sampai empuk, boleh dgn air hangat. Panaskan wajan pengorengan tumis bawang merah n putih sampai layu, masukan cabe merah giling, tumis sampai matang. Tambahkan kecap, garam, kaldu blok aduk rata, masukan kol, daun bawang n seledri aduk rata n masukan soun/bihun. Aduk rata semua dan tes rasa.

D. Siap disantap, krupuk ubi di olesi kuah sate.

E. Kerupuk diolesi kuah sate dan taburan mie.

2. Langkitang cucuik

Langkitang cucuik ini adalah  makanan atau cemilan yang banyak terdapat di daerah pantai Pariaman. Langkitang cucuik merupakan makanan berkuah dengan bahan utamanya adalah 'langkitang' atau siput. 

Namun, cangkang dari 'langkitang' sendiri berwarna hitam dengan bentuknya memanjang, seukuran telunjuk orang dewasa. Isi di dalam cangkang tersebutlah yang akan disantap sebagai kudapan.

Cara menyantap langkitang cucuik ini begitu unik, yakni disedot menggunakan mulut dalam bahasa Minangnya dicucuik sampai isi dari langkitang itu keluar. 

Bagi anda yang akan berwisata ke Sumatera Barat jangan pernah lewatkan kuliner unik dan gurih yang satu ini. 

Para wisatawan tidak akan kesulitan mendapatkannya, terutama di sepanjang Pantai Pariaman, Kota, Harganya begitu terjangkau. Rasanya menggugah selera.

3. Sala lauak  Pariman (sala ikan daerah Pariaman) 

Sebagai daerah yang terletak di kawasan pesisir, Pariaman memiliki kekayaan kuliner yang tidak dapat dipisahkan dari hasil lautnya. Sebagai daerah yang terletak di kawasan pesisir, Pariaman memiliki kekayaan kuliner yang tidak dapat dipisahkan dari hasil lautnya. Salah satu diantaranya adalah sejenis gorengan yang disebut sala lauak. Hidangan ini cukup mudah ditemukan di wilayah Pariaman, terutama di sekitar pantai.

Secara harfiah, kata sala dapat diartikan sebagai goreng, artinya istilah ini digunakan untuk berbagai jenis bahan makanan yang diolah dengan cara digoreng. 

Karena itulah, selain jenis sala lauak ini, terdapat hidangan lain yang juga mendapat sebutan sala, seperti nasi sala, sala udang, dan sala kepiting. Sedangkan lauak secara sederhana berarti ikan.

Meskipun secara harfiah bermakna ikan goreng, tetapi sala lauak sama sekali tidak seperti yang kita bayangkan. Sala lauak merupakan hidangan berbentuk gumpalan sebesar ibu jari yang terbuat dari adonan daging ikan yang dihaluskan dan dicampur tepung.

Adonan tersebut kemudian dibentuk menjadi gumpalan dan digoreng hingga berwarna cokelat keemasan.

Gumpalan-gumpalan bertekstur renyah ini memiliki citarasa yang dominan asin dan gurih dengan aroma rempah berasal dari beberapa jenis bumbu yang ditambahkan didalamnya.

Sala lauak yang paling umum adalah yang berbentuk bulat sebesar bola pingpong atau sala keras. Sala berbentuk bulat ini terbuat dari bahan ikan asin yang dihaluskan dan dicampur bersama adonan tepung beras yang dibumbui bawang putih.

Sala jenis ini memiliki tekstur bagian luar yang sedikit keras dan bagian dalam yang lebih lunak. Karena teksturnya yang keras di bagian luar, sala jenis ini disebut sala keras. 

Selain jenis sala lauak yang berbentuk bulat, terdapat varian jenis lain yang berbentuk lebih pipih dan cenderung tidak beraturan. 

Varian ini secara spesifik bisa kita temukan di wilayah Pasir (Pasiah), pesisir Pantai Pariaman.

Berbeda dengan yang berbentuk bulat, sala jenis ini dibuat dari jenis ikan basah yang disebut ikan stuhuak yang digiling hingga halus. Sala jenis ini memiliki tekstur permukaan yang lebih lunak dibanding sala berbentuk bulat, sehingga disebut juga sala lunak.

Sala lauak umumnya disajikan sebagai hidangan pelengkap ketika sarapan pagi. Hidangan utama yang biasanya disajikan bersama sala lauak antara lain adalah ketupat gulai. Cita rasanya yang unik, membuat kuliner ini menjadi menu sarapan khas Kota Pariaman.

4. Pensi

Pensi, menyerupai kerang kecil-kecil. Beda dengan bumbu Langkitang, Pensi begitu saya coba bumbunya mirip dengan opor ayam. Harganya yang murah banget, cuma Rp 5.000 untuk satu porsi ini. Rupanya jadi jajanan yang tinggi protein dan punya manfaat bagus untuk kesehatan tubuh. Wah, asik ya. Btw, makan ini mesti dibawa santai. Paling enak sih, disantap sambil menikmati pemandangan laut di Goandariah Pariaman.

5. Rakik 

Rakik ini jadi rempeyeknya di Pariaman. Diisi sama udang, anak kepiting ataupun ikan. Ada yang bentukannya lebar kaya peyek pada umumnya, ada yang ditusuk kaya sate. Asli, ini enak juga dan harganya murah meriah. harga satu buah nya 5 ribu rupiah. 

*Ditulis Oleh: Melisa Afriyani, Mahasiswi jurusan Sastra Minangkabau Universitas Andalas
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »