PILIHAN REDAKSI

Bendera Israel Berkibar Saat Pidato Anies di JIS, Warganet: Pendukungnya Mati Rasa!

BENTENGSUMBAR.COM – Beredar video bendera Israel berkibar saat Anies Baswedan menyampaikan pidato di Jakarta Internasional Stad...

Advertorial

Mumbang Jatuah Karambia Jatuah

          Mumbang Jatuah Karambia Jatuah
Ditulis Oleh Muhmammad Alif Abdurrahman, mahasiswa Universitas Andalas jurusan sastra minangakabau fakultas ilmu budaya.
MANUSIA dan waktu adalah dua hal yang tak pernah dapat dipisahkan,sebab di dalam kehidupan kedua hal ini musti berjalan beriringan. Semenjak manusia ditakdirkan untuk bernafas di atas dunia ini, dimulai dari tangisan pertama mengalun dari mulutnya.

Maka sejak saat itu waktu yang menjadi jatah kedidupan kita sebagai manusia untuk menyusuri kehidupan didunia ini dimulai. Namun selayaknya manusia,kita tidak pernah tau terhadap apa yang ada di masa yang akan mendatang, baik itu perihal rezeki, jodoh bahkan kematian sekalipun.

Sebab kita sebagai hamba dari yang Maha Kuasa ditugas kan diatas dunia ini hanyalah untuk mengabdi kepadaNya,serta menjalani kehidupan dengan sebaik baiknya.

Dari segala hal yang tidak kita ketahui kepastiannya diatas dunia ini,mungkin kematian menjadi salah satu hal yang paling misteri. Tentang bagaimana dan apa yang terjadi setelahnya betul betul merupakan sesuatu yang melintasi logika kita sebagai manusia.

Kepastian yang jelas jelas akan datang sebagai penutup kehidupan,namun tak ada yang pernah tau akan kapan ia akan menghampiri kita.

Sebab jika kita lihat dari sekian banyak kematian yang telah terjadi diatas dunia ini,tidak ada satupun yang bisa menjadi indikasi dari datangnya ajal itu sendiri, yang tua berpulang,yang muda direnggut,bahkan balita juga tak sempat menginyam yang namanya hidup.

Tak perlu melihat kepada luasnya dunia,sudah pasti ada begitu banyak angka kematian yang terjadi setiap waktunya dari segala wilayah kota dan negara yang ada di belahan dunia sana.

Coba kita memandang kepada aspek yang lebih kecil dengan lingkup yang lebih dekat dengan kita,sudah berapa kali kita mendengar tentang pemberitahuan tentang kabar kematian di daerah kita,baik itu tetangga bahkan keluarga kita.

Sebab kematian sudah menjadi sesuatu yang pasti terjadi,tentunya kita bisa mengambil pengajaran dari setiap kabar duka yang datang kepada kita. Bahwasanya ajal itu pasti menghampiri,dan kita dituntut untuk mempersiapkan bekal dengan sebaik baik diri,untuk menempuh kehidupan setelah kematian nanti.

Berdasarkan fenomena nyawa yang selalu terjadi di kehidpan kita ini,begitu erat kaitannya dengan salah satu pepatah yang ada di Minangkabau. Sebaris kalimat yang tersusundari empat kata namun memiliki makna yang sangat mendalam,pepatah ini berbunyi “mumbang jatuah karambia jatuah”.

Pepatah ini merupakan pepatah yang meyiratkan kepada kita akan hal yang bernama kematian.Pepatah ini beranalogikan pada filosofi dari pohon kelapa yang memiliki karambia atau buahnya dan mumbang atau putiknya.

Pohon kelapa merupakan tumbuhan yang sangat familiar dengan lingkungan kita,terutama yang berdomisili di daerah pesisir pantai,pohon kelapa juga banyak dibudidayakan dan tumbuh di perkebunan. Sehingga pohon ini bisa kita lihat setiap saat.

Jika kita mau memperhatikan pohon ini,maka pepatah Minangkabau tadi tentunya dapat kita saksikan.Dimana sewaktu waktu kita akan melihat buah kelapa yang jatuh,dan sewaktu waktu juga terlihat mumbang yang jatuh.

Padahal jika kita lihat dari tujuannya,tentunya mumbang ini belum sampai pada kata selesai,sebab hakikatnya ia akan menjadi buah kelapa dulu,namun masih saja ada mumbang yang jatuh dan terhempas ke tanah.

Dari hal yang sederhana ini tentunya kita dapat melihat lebih jauh lagi,akan pembelajaran apa yang terkandung didalamnya. Seperti yang disampaikan dalam pepatah minang mumbang jatuah karambia jatuah, bahwasanya yang namanya akhir tidak mengenal usia,tidak melihat berapa lama sudah kita hidup di dunia.

Namun mirisnya,hal yang terjadi di sekitaran kita justru berjalan sebaliknya,tentang kematian yang dipandang sebelah mata. Banyak diantara kita yang beranggapan bahwa kematian hanya akan menghampiri mereka yang sudah dimakan usia saja,sudah mulai renta dan bau tanah.

Manusia berjalan seolah kematian akan datang setelah semua kesenangan yang dilakoninya mencapai kesuksesan,setelah itu barulah yang namanya kematian menjalankan tugasnya. Namun siapa yang bisa menjamin hal tersebut? Bukankah tidak ada manusia yang tau bukan,akan kapan jatah waktu kehidupannya dicabut?

Sedangkan sebagian besar dari kita berjalan dengan pongah diatas dunia ini,memilih hidup tanpa memikirkan sebab akibat dari apa yang kita lakukan diatas dunia dengan apa yang kita dapatkan di akhirat kelak,berjalan dengan keyakinan bahwa kematian hanya akan tiba diusia senja.

Padahal jika kita lihat dari makna yang terkandung dalam pepatah minang tentang mumbang jatuah karambia jatuah tadi, dengan jelas dapat kita simpulkan bahwasanya yang namanya kematian akan menghampiri manusia di usia yang tak di tentukan.

Tidak menutup kemungkinan yang muda dan masih bertenaga serta badan sehat wal alfiat akan menuju akhir kehidupannuya lebih dulu.Yang namanya ajal tidak ada yang tahu,bisa jadi saja saat kita sedang tertawa bersama sanak saudara tiba tiba yang Maha Segala mengutus malaikatNya pada tugas menutup lembar cerita kita.

Saat kita sedang berkendara,ingin menuju tempat wisata atau perjalana ketempat kerja,bisa saja yang namanya celaka menghampiri kita,lalu mengantarkan kita pada kata selamat tinggal terhadap dunia. Begitu banyak ancaman kematian yang membayangi kehidupan kita,tidak ada dari kita yang tau bagaimana akhirnya.

Selain itu,jika kita kaji kedalam alquran Allah SWT juga telah menyampaikan tentang waktu.Wal Asr,demi waktu.Disini juga dapat kita ambil pengajaran bahwa waktu merupakan sesuatu yang sakral,yang mana Sang Maha pencipta saja bersumpah terhadapnya.

Lalu apa lagi alasan kita sebabagi manusia menganggap bahwasanya waktu adalah perkara yang sepele? Banyak dari manusia yang lalai terhadap waktu,menganggap waktu hanya berlalu begitu saja dan akan ada setiap waktunya.

Padahal dia ayat selanjutnya Allah menjelaskan bahwa sesungguhnya manusia itu dalam kerugian.

Namun lagi lagi kebanyakan manusia abai dan bersikap bodo amat terhadap waktunya. Begitu jelas interelasi yang terjadi antara waktu dan manusia dalam kehidupannya,namun kita masi saja lupa dan dibutakan oleh kata sibuk dengan dunia,padahal sampai kapan waktu kita tersebeut tidak ada yang tahu.

Ya,mumbang jatuah karambia jatuah
Yang muda akan direnggut usianhya,yang tua akan menjemput jatahnya. Begitu pepatah minang mengantarkan pengajaran pada kita,tentang waktu yang sangat berharga,tentang usia yang rentan akan masa berakhirnya. Sesuatu yang selalu berlalu lalang disekitar kita,namun kita masi saja lalai terhadapnya.

Semoga kedepannya kita bisa lebih peka lagi akan peranan kita diatas dunia,bisa lebih dewasa memaknai usia dan berusaha sebaik mungkin untuk mempersiapkan bekal menuju dunia setelah kematian kelak.

*Ditulis Oleh: Muhmammad Alif Abdurrahman, mahasiswa Universitas Andalas jurusan sastra minangakabau fakultas ilmu budaya.
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »