PILIHAN REDAKSI

Aneh! Lin Che Wei Bukan Pejabat Kemendag tapi Jadi ‘Penentu’ Rekomendasi Ekspor CPO

BENTENGSUMBAR.COM - Peran Lin Che Wei dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO (Crude Palm Oil) lagi-lagi bikin publik tercengang....

Advertorial

Prajurit TNI Tewas Oleh Teroris Papua Pengamat: Sulit Bagi Negara Hadapi Kelompok Separatis Tanpa Kontak Senjata

          Prajurit TNI Tewas Oleh Teroris Papua Pengamat: Sulit Bagi Negara Hadapi Kelompok Separatis Tanpa Kontak Senjata
Prajurit TNI Tewas Oleh Teroris Papua Pengamat: Sulit Bagi Negara Hadapi Kelompok Separatis Tanpa Kontak Senjata
BENTENGSUMBAR.COM - Pengamat Militer dan Intelijen dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Robi Sugara mengungkap problematika negara dalam menghadapi kelompok separatis. 

Menurut Robi, sulit bagi negara menghentikan kelompok separatis tanpa adanya kontak senjata.

"Wilayah yang di sana ada kelompok pemberontak atau separatis, maka yang terjadi adalah serangan bersenjata antara kedua belah pihak. Akibatnya tentu ada yang tewas dari kedua belah pihak tersebut," kata Robi, Minggu (24/4), dilansir dari RM.id.

Tak terkecuali yang dialami Indonesia dalam menghadapi kolompok teroris Papua. Dia bilang, hilangnya nyawa seseorang merupakan risiko terparah dari peperangan. 

"Baik itu pihak aparat Indonesia ataupun kelompok separatisme terorisme bersenjata Papua," ungkapnya.

Robi menilai, langkah Pemerintah Indonesia yang mengedepankan pendekatan humanis terhadap teroris Papua, dianggap kurang efektif.

Kelompok teroris Papua tetap eksis, bahkan semakin menunjukan popularitasnya.

"Tewasnya seorang anggota TNI akan berdampak dilematis bagi Indonesia. Di sisi lain, hal tersebut menyangkut keamanan nasionalnya. Tapi di lain pihak itu akan berdampak pada sentimen HAM di internasional," tutur Robi.

Kendati demikian, upaya pemerintah melakukan pendekatan humanis terhadap teroris Papua patut diacungi jempol. 

"Tinggal bagaimana upaya intelijen lebih mempertajam soal data-data siapa dan di mana titik kelompok separatis Papua berkumpul," jelas Direktur Eksekutif Indonesia Muslim Crisis Center (IMCC) itu. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »