PILIHAN REDAKSI

Dr Tifa Ketakutan Diancam Seseorang di Tol: Sobatku Mas Jenderal Listyo Sigit, Saya Harus Lapor Kemana?

BENTENGSUMBAR.COM – Epidemolog sekaligus pegiat media sosial dr Tifa ketakutan setelah mendapat ancaman. Dr Tifa yang doyan kri...

Advertorial

Tito Karnavian soal Isu Jokowi Tiga Periode, Rizal Ramli: Mas Tito Itu Jenderal Polisi Cerdas, Kok Kebablasan Ya, Eling, Eling

          Tito Karnavian soal Isu Jokowi Tiga Periode, Rizal Ramli: Mas Tito Itu Jenderal Polisi Cerdas, Kok Kebablasan Ya, Eling, Eling
Tito Karnavian soal Isu Jokowi Tiga Periode, Rizal Ramli: Mas Tito Itu Jenderal Polisi Cerdas, Kok Kebablasan Ya, Eling, Eling
BENTENGSUMBAR.COM - Mantan Menteri Keuangan Indonesia Rizal Ramli bilang kalau Mendagri Tito Karnavian itu merupakan jenderal polisi yang cerdas akan tetapi dinilai kebablasan dalam bicara soal isu Jokowi 3 periode.

Baru-baru ini Tito Karnavian menanggapi isu pergerakan yang mendukung Presiden Jokowi menambah masa jabatannya.

Tito menilai bahwa amandemen UUD 1945 tak terlalu tabu. Dirinya menganggap bahwa hal tersebut pernah dilakukan dan tak menyalahi aturan.

Bagi Tito, sesuatu yang tabu dan tidak boleh diubah ada pada pembukaan UUD 1945 dan kitab suci saja.

“UUD kita pernah diamandemen enggak? Bukan yang tabu, kan? Yang tabu (diamandemen) pembukaannya. Itu tabu. Kitab suci tabu,” papar Tito, Selasa (5/4/2022).

Hal itu disampaikan Jenderal Pol (purn) tersebut untuk merespons isu perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) yang berada di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sempat menyerukan ‘Jokowi tiga periode’ dalam acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Kepala Desa.

Mengetahui hal tersebut Rizal Ramli menanggapi pernyataan Mendagri itu lewat kicauan di akun media sosial Twitter pribadinya.

“Mas Tito, Mas Tito itu Jenderal Polisi Cerdas. Kok kebablasan ya, eling, eling,” tulis Rizal Ramli, Rabu (6/4/2022).

Kicauan Rizal Ramli mendapat atensi dari netizen dengan rincian 66 komentar, 73 retweets, dan 310 likes sejauh ini hingga berita diterbitkan.

Di sisi lain Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan juga menanggapi pernyataan Tito.

Anthony mengungkapkannya juga lewat unggahan di akun media sosial Twitter pribadinya baru-baru ini.

“Konstitusi bisa diubah demi perbaikan, seperti memperkuat demokrasi dengan membatasi masa jabatan Presiden,” tulis Anthony, Rabu (6/4/2022).

“Namun konstitusi tidak boleh diubah kalau memperburuk demokrasi dengan memperpanjang masa jabatan presiden yang sedang berkuasa: kudeta konstitusi,” bebernya.

Cuitan Anthony sedikitnya mendapat empat komentar, 31 retweets, dan 68 likes hingga berita ini ditayangkan.

Sekadar tambahan, anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus meminta klarifikasi kepada Mendagri Tito terkait Silatnas Apdesi tentang wacana jabatan Presiden Jokowi 3 periode.

Dikatakannya, Silatnas itu mendapat sorotan dari masyarakat luas, lantaran Apdesi mencoba menghidupkan kembali wacana Presiden Jokowi 3 periode.

“Mendagri adalah orang yang punya kewenangan sebagai pembina dan penanggung jawab terhadap pelaksanaan Silatnas Apdesi,” beber Guspardi.

“Tentunya skenario terhadap persoalan-persoalan apa yang akan dilakukan, apa yang muncul, tentu sudah ada pada Kemendagri,” tambahnya.

“Kemendagri seharusnya bisa mencegah keluarnya narasi tiga periode saat Silatnas Apdesi itu,” tegas Guspardi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/4/2022). 

Sumber: Fajar.co.id
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »