PILIHAN REDAKSI

Yolla Yuliana, Bidadari Voli Indonesia yang Bikin 3 Pria Terlena

BENTENGSUMBAR.COM - Ada tiga pria tampan yang pernah terlena oleh kecantikan bidadari voli Indonesia, Yolla Yuliana. Yolla Yuli...

Advertorial

Anies dan Pendukungnya Dituding Pro Khilafah, Pengamat Politik: Ini Perangai Politik, Bagaimana Mungkin Ia Didikan Barat!

          Anies dan Pendukungnya Dituding Pro Khilafah, Pengamat Politik: Ini Perangai Politik, Bagaimana Mungkin Ia Didikan Barat!
Anies dan Pendukungnya Dituding Pro Khilafah, Pengamat Politik: Ini Perangai Politik, Bagaimana Mungkin Ia Didikan Barat!
BENTENGSUMBAR.COM – Belum lama ini, Dedy Kurnia seorang pengamat politik sikapi soal Anies Baswedan Gubenur DKI Jakarta dan pendukungnya dituding pro Khilafah hingga ancaman terhadap Indonesia di masa mendatang jika jadi Presiden RI.

Lantas dalam tanggapannya, Dedy Kurnia menyebutkan bahwa tuduhan Anies Baswedan pro terhadap khilafah adalah omong kosong.

“Tuduhan identitas gerakan politik agama pada Anies seluruhnya hanya omong kosong, ini perangai politik yang harus dilawan karena merusak stabilitas relasi sosial publik. Bagaimana mungkin Anies dianggap pro khilafah, sementara ia didikan Barat,” katanya.

“Bahkan memimpin Paramadina yang terang benderang bergerak ke arah moderasi beragama. Jika benar Anies pro khilafah, semestinya sudah terlihat sejak ia miliki panggung sebagai Rektor, Menteri, hingga Gubernur, tetapi semua tidak terjadi,” sambungnya, dikutip dari Populis, Minggu, 15 Mei 2022.

Selain dari itu, menurutnya, tuduhan pada Anies tidak memiliki referensi ketokohan yang layak diperbincangkan, sama halnya dengan tuduhan pada Jokowi yang dianggap memusuhi Islam.

Padahal juga terang benderang Jokowi adalah muslim yang juga punya kualitas ketaatan serupa dengan kebanyakan warga negara lainnya.

Ia menegaskan bahwa tuduhan-tuduhan tak substantif tersebut sama sekali tidak relevan.

Tidak pada Anies semata, tetapi pada siapapun yang potensial mengemuka di 2024, propaganda semacam ini berpeluang menjauhkan keeratan antar warga.

“Sudah seharusnya tidak diberi tempat dalam perbincangan publik. Jauh lebih diperlukan propaganda soal catatan kinerja, kepemimpinan dan kebijakan2 yang telah dibuat, terlebih Anies sebagai kepala daerah banyak yang seharusnya bisa dikritik, dan berdampak pada publik,” terangnya.

Ia menekankan, politik sepantasnya mengadopsi gagasan, mempromosikan tokoh berdasar kualitas kepemimpinan, karena mereka akan dipilih untuk memimpin. Bukan untuk berperang melawan sesama umat beragama.

Dilansir dari Makassar.terkini.id, sebelumnya, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB) Rudi S Kamri terang – terangan mengatakan masa depan bangsa Indonesia dalam bahaya besar jika Anies Baswedan terpilih menjadi Presiden RI selanjutnya pada Pemilu 2024 mendatang.

Menurutnya, jika Gubernur DKI Jakarta itu sukses merengkuh kursi RI I, maka ideologi pancasila bakal diubah sebab mayoritas pendukung Anies Baswedan berasal dari kelompok pro khilafah. Mereka bakal menyingkirkan pancasila dan menegakan ideologi khilafah. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »