PILIHAN REDAKSI

Hendra Irwan Rahim Dukung Penguatan Lembaga KPID Sumbar

BENTENGSUMBAR.COM - Anggota Komisi I DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim memandang lembaga Komisi Penyiaran Daerah Indonesia (KPID) ...

Advertorial

Helmi Felis: Bung Karno Dosanya Banyak, Dia Bukan Orang Suci

          Helmi Felis: Bung Karno Dosanya Banyak, Dia Bukan Orang Suci
Helmi Felis: Bung Karno Dosanya Banyak, Dia Bukan Orang Suci
BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial, Helmi Felis melontarkan sindiran keras terhadap Proklamator Bangsa Indonesia Soekarno atau akrab disapa Bung Karno.

Helmi Felis lewat cuitannya di Twitter, Minggu 1 Mei 2022, awalnya menanggapi postingan pidato lawas dari Bung Karno yang diunggah seorang netizen.

Ia pun mengatakan, sengaja membagikan pidato lawas Bung Karno yang diunggah netizen itu lantaran ingin mengingatkan publik bahwa mengkultuskan manusia merupakan perbuatan yang dilarang agama.

“Sengaja re-tweet ah, untuk mengingatkan bahwa mengkultuskan manusia terlarang dalam Agama.!,” cuit Helmi Felis.

Lebih lanjut, Helmi pun mengatakan bagi dirinya Soekarno adalah sosok yang biasa saja. Bahkan, menurutnya dosa dan kesalahan proklamator RI itu sangat banyak.

Selain itu, Helmi Felis juga menilai Bung Karno bukanlah satu-satunya orang pintar di Indonesia. Bahkan menurutnya, banyak yang jauh lebih cerdas dari Presiden pertama RI itu.

“Bagi saya Soekarno biasa saja, dosanya ya banyak, kesalahannya banyak, bukan orang suci, bukan satu-satunya orang pintar di Indonesia. Bahkan banyak yang jauh lebih cerdas dari beliau,” tuturnya.

Dilihat dari video pidato lawas Soekarno yang diunggah netizen itu, terdengar suara Bung Karno tengah berbicara soal Partai Komunis Indonesia (PKI).

“PKI menjadi kuat, PKI menjadi sekarang beranggotakan 3 juta, pemudanya 3 juta, simpatisannya 20 juta,” ujar Bung Karno.

Menurut Soekarno, PKI menjadi kuat lantaran partai itu konsisten dan progresif terhadap revolusioner.

“Apa sebabnya demikian? Ialah oleh karena PKI adalah konsekwen progresif revolusioner,” ungkapnya.

Bung Karno pun mengatakan, revolusi di Indonesia tidak akan bisa terwujud jika semua pihak revolusioner tidak digabungkan menjadi satu kekuatan.

“Yah sudah barang tentu saudara-saudara, saya yang berpendapat bahwa revolusi Indonesia ini tidak dapat diselesaikan jikalau tidak digabungkan menjadi satu semua, semua tenaga progresif, revolusioner,” tegasnya.

Maka dari itu, Bung Karno dalam rekaman pidato lawasnya yang ditanggapi Helmi Felis itu mengaku sengaja merangkul PKI.

“Saya merangkul PKI, saya berkata PKI yo sanakku, yo kadangku, yen mati aku melu kelangan,” ujarnya.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »