PILIHAN REDAKSI

Kembali Terulang, Puan Maharani Pimpin Paripurna, Lalu Matikan Mikrofon Anggota DPR yang Interupsi!

BENTENGSUMBAR.COM - Puan Maharani yang bertindak sebagai pimpinan sidang, kembali mematikan mikrofon anggota dewan yang sedang ...

Advertorial

Lihat Nih Tampang Dua Pelaku Pelemparan Bus yang Tewaskan Pemudik, Kakinya Pincang Ditembak

          Lihat Nih Tampang Dua Pelaku Pelemparan Bus yang Tewaskan Pemudik, Kakinya Pincang Ditembak
Lihat Nih Tampang Dua Pelaku Pelemparan Bus yang Tewaskan Pemudik, Kakinya Pincang Ditembak
BENTENGSUMBAR.COM - Dua pelaku yang menjadi dalang pelemparan batu ke Bus Sartika yang menewaskan seorang pemudik bernama Alwi, 20, akhirnya ditangkap. Kedua pelaku, yakni ES,37 dan BFS,28.

"Tersangka yang diamankan ada dua orang," kata Direktur Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja saat paparan di Mapolda Sumut, Senin (9/5).

Mantan Kepala Bidang Humas Polda Sumut itu menyebut pelaku ES diamankan di Kabupaten Batu Bara, sedangkan BFS ditangkap saat melarikan diri ke Kota Pematangsiantar.

Polisi menembak kaki BFS lantaran melakukan perlawanan saat hendak diringkus.

"Yang bersangkutan melawan petugas," sebut Tatan.

Kombes Tatan mengatakan ES merupakan otak pelaku kejahatan, sedangkan BFS menjadi eksekutor pelempar yang dibayar oleh ES.

"ES sebagai otak pelaku, menyusun, merencanakan aksi. Kemudian meminta tersangka BFS untuk melakukan pelemparan batu terhadap angkutan umum tersebut," jelasnya.

Seperti diketahui, peristiwa pelemparan batu itu terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di wilayah Indrapura, Kabupaten Batu Bara, Jumat (29/4). 

Saat itu, korban bersama dengan ibu dan adiknya hendak mudik ke Provinsi Aceh.

Adik korban, Khairunnisa menyebut abangnya saat itu duduk di kursi paling depan dekat sopir. Sedangkan dirinya duduk di kursi belakang sopir.

Tiba-tiba, orang tak dikenal (OTK) melemparkan batu ke arah bus hingga menembus kaca dan mengenai bagian kepala abangnya.

"Mama sama abang ini mau ke Aceh naik bus duduk di bangku depan. Tiba-tiba dari arah depan ada yang melempar batu terkena abang saya," ujarnya.

Akibat kejadian itu, kata Khairunnisa, abangnya langsung tak sadarkan diri hingga akhirnya dibawa ke puskesmas terdekat.

Namun, karena kondisi korban yang cukup serius, korban akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bina Kasih Medan.

Nahas, setelah hampir enam hari dirawat di rumah sakit, korban menghembuskan napas terakhir pada Kamis (5/5).

Sumber: JPNN
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »