PILIHAN REDAKSI

Gubernur Dukung Pemanfaatan Geotekstil untuk Pengurangan Abrasi dan Limbah di Kawasan Pantai

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), mendukung pengembangan dan pemanfaatan dan pengembangan potensi Geoteksti...

Advertorial

Masjid Agung, Salah Satu Destinasi Wisata Religi di Dharmasraya

          Masjid Agung, Salah Satu Destinasi Wisata Religi di Dharmasraya
Masjid Agung, Salah Satu Destinasi Wisata Religi di Dharmasraya
DHARMASRAYA adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Pada kawasan ini dahulunya pernah menjadi ibu kota dan pusat pemerintahan kerajaan Melayu. Ibu kota Kabupaten Dharmasraya adalah Pulau Punjung. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 38 Tahun 2003, dan merupakan pemekaran dari Kabupaten Sijunjung. Kabupaten Dharmasraya dikenal juga dengan sebutan Ranah Cati Nan Tigo.

Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu dari 3 kabupaten baru hasil pemekaran Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, yang dibentuk berdasarkan Undang-undang nomor 38 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat di provinsi Sumatra Barat, dan diresmikan pada tanggal 7 Januari 2004.

Secara topografi, daerah Kabupaten Dharmasraya bervariasi antara berbukit, bergelombang, dan datar dengan variasi ketinggian dari 100 m - 1.500 m di atas permukaan laut. Kabupaten Dharmasraya berkembang sebagai salah satu penghasil kelapa sawit atau buah pasir menurut istilah setempat. Di samping itu, kabupaten ini juga merupakan produsen berbagai jenis tanaman keras lainnya, seperti kulit manis, karet, kelapa, gambir, kopi, cokelat, cengkih, dan pinang. Lahan perkebunan di sana lebih didominasi karet dan sawit. Penghasil kelapa sawit paling banyak di kabupaten ini adalah Kecamatan Sungai Rumbai.

Selain itu terdapat potensi tambang yang hingga detik ini belum tergarap, yakni batu bara, batu kapur, pasir kuarsa, emas, lempung kuarsit, dan sebagainya. Kabupaten ini masih baru dan masih dalam tahap mengembangkan diri dengan membuka peluang investasi seluas-luasnya. Ditunjang dengan posisi strategisnya di Sumatra (dilintasi Jalur Lintas Tengah Sumatra sepanjang 100 km), maka Dharmasraya cepat menjadi kawasan yang maju dan tumbuh sebagai wilayah perdagangan dan jasa.

Tidak hanya dalam segi Ekonomi,Dharmasraya juga memiliki destinasi wisata seperti peninggalam di masa Hindu Budha yang berbaur sejarah serta wisata-wisata alam yang bahkan belum banyak orang tau dan belum ter-ekpost seperti air terjun di sungai rumbai dan pulau punjung.
Berikut beberapa objek wisata di Dharmasraya namun lebih ke sejarah nya seperti Objek Situs/Benda Cagar Budaya

Sunting
Prasasti Padang Roco
Situs Candi Pulau Sawah
Rumah Gadang Siguntur
Rumah Gadang Pulau Punjung
Rumah Gadang Padang Laweh
Rumah Gadang Koto Salak
Kerajaan Batu Kangkung

Namun,sekarang ini Dharmasraya memiliki satu tempat wisata bahkan banyak di kunjungi oleh masyarakat apa lagi kaum milenial yaitu masjid Agung Dharmasraya. Kabupaten Dharmasraya memiliki Masjid Agung,Masjid yang dibangun di atas lahan 67.193 meter itu dirancang untuk menjadi pusat peradaban agama Islam di daerah itu. 

Masjid dengan dua lantai kemudian berdiri di Lintas Sumatera, tepatnya di Nagari Gunung Medan, Kecamatan Sitiung diperkirakan dapat menampung 13 ribu jemaah. 

Masjid Agung memiliki arsitektur yang begitu elok dimana memiliki empat kubah dan empat menara. Jumlah itu melambangkan filosofi adat Minangkabau yaitu 'Tau Jo Nan Ampek'. Tau Jo Nan Ampek itu sendiri adalah, kato mandaki, kato mandata, kato manurun, dan kato malareng. Makna kata itu ialah seseorang harus pandai menjaga sikap kepada yang lebih tua, sebaya, dan yang lebih kecil. Dengan arsitektur seperti itu banyak menarik pengunjung untuk singgah,dengan lahan luas dan taman-taman di depan masjid menjadi tempat peristirahatan orang-orang,masjid ini sangat memberikan kenyaman bagi pengunjung,dengan ala-ala taman yang di beground kan oleh masjid.

Banyak wisatawan sengaja ke sana untuk melihat masjid agung ini,layak nya masjid raya Padang yang sudah mendunia yang sudah menjadi ikon nya Sumatera Barat. Namun tidak kalah dengan masjid agung ini dengan gaya kalau di lihat seperti orang sujud di tambah tempat luas dan di beri tempat duduk untuk pengunjung yang datang. Pasca lebaran saat ini banyak masyarakat mengunjungi masjid ini dengan ala-ala arabian atau habibi seperti trand saat ini,dan tidak hanya pengunjung untuk berwisata namun masyarakat Dharmasraya banyak menggunakan Masjid Agung ini untuk beground foto prewedding nya bahkan setelah akad mereka akan berombongan untuk foto bersama di Masjid Agung ini. 

Dengan lokasi yang cukup strategis di lintas Sumatera menjadikan salah satu objek wisata religi baru di Kabupaten Dharmasraya ini.

Masjid Agung juga menjadi penopang utama seluruh masjid dan surau yang berada di Dharmasraya. Menjadi tempat untuk menyiapkan generasi Dharmasraya yang religi.

Bahkan, untuk mempertahankan nilai  setiap proyek infrastruktur yang sedang dan akan dikerjakan di daerah itu, pemerintah setempat terus memantau perkembangan pembangunannya. Masjid ini memiliki arsitektur yang unik. Jika dilihat dari atas, bangunannya berbentuk orang sujud. Terdapat empat kubah yang menghiasi atap bangunan dan empat menara di sekelilingnya. Jumlah itu melambangkan filosofi adat Minangkabau, yaitu “Tau Jo Nan Ampek“.

Upaya itu dilakukan, selain menarik jemaah dari wilayah setempat, juga dapat menjadi perhatian dan daya tarik bagi umat Muslim dari luar Dharmasraya.

Program yang dibuat nantinya memperhatikan kecenderungan generasi milenial sehingga mereka lebih antusias mengikuti kegiatan keagamaan.

Dibangunnya Masjid Agung Dharmasraya merupakan langkah strategis yang multi efek. Pembangunan kompleks Islamic Center tersebut diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Dharmasraya.

Setelah Masjid Agung Dharmasraya rampung, area sekitar masjid akan dilengkapi SPBU, mini market, dan rest area. Hal itu mengingat lokasinya yang berada persis di pinggir jalan Lintas Sumatra.Masjid Agung Dharmasraya.

Ke depan diharapkan asjid agung akan menjadi ikon baru Dharmasraya. Menjadi Islamic Center untuk pemberdayaan umat dan menjadi penopang utama seluruh masjid dan surau di Dharmasraya serta peningkatan perekonomian. Kabupaten Dharmasraya secara terus menerus memberdayakan usaha kecil dan menengah, mempersiapkan pengolahan produk siap saji dalam bentuk kemasan dan akan dijadikan sebagai andalan dalam rangka memanfaatkan peluang ekonomi di seputar Islamic Center. 

*Penulis: Audia Nesty, Mahasiswi Universitas Andalas Fakultas Ilmu Budaya.
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »