PILIHAN REDAKSI

Mujahid 212: Miyabi Pemicu Intoleran di Jakarta, Anies Baswedan dalam Bahaya

BENTENGSUMBAR.COM - Kedatangan Maria Ozawa alias Miyabi ke Jakarta, terancam batal. Mantan aktris film dewasa ini berencana men...

Advertorial

Pendeta Saifuddin Siap Serahkan Diri ke Polisi, Kalau UAS dan Felix Siauw Ditangkap

          Pendeta Saifuddin Siap Serahkan Diri ke Polisi, Kalau UAS dan Felix Siauw Ditangkap
Pendeta Saifuddin Siap Serahkan Diri ke Polisi, Kalau UAS dan Felix Siauw Ditangkap
BENTENGSUMBAR.COM - Buronan atas kasus dugaan penistaan agama, Pendeta Saifuddin Ibrahim, siap menyerahkan diri ke polisi dengan syarat Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Felix Siauw ditangkap terlebih dahulu.

Setelah itu, dirinya yang kini berada di Amerika siap terbang ke Indonesia untuk menyerahkan diri ke polisi dan diproses hukum.

"Saya cukup waras untuk memahami ini semua dan saya pelajari, saya sudah berketetapan kalau Somad ditangkap, Felix Siauw ditangkap, saya akan datang ke Indonesia," katanya dikutip dalam video yang diunggah chanel Youtube Saifuddin Ibrahim, dikutip Senin 2 Mei 2022.

Dia sesumbar, polisi tidak perlu repot-repot mengeluarkan uang untuk biaya kepulangannya ke Indonesia.

Menurutnya, seluruh umat kristiani yang ada di negeri paman Sam, bakal patungan untuk biaya ke Indonesia.

"Nggak perlu polisi bayar tiket saya, orang Kristen di seluruh Amerika akan berikan uang kepada saya, untuk balik ke Indonesia. Mereka akan mengumpulkan uang, ya 50 dollar sudah cukup, dana untuk saya kembali," ujarnya.

Begitupun sebaliknya, jika permintaannya tidak dipenuhi maka ia akan tetap bertahan di Amerika ataupun lari ke Eropa.

"Artinya kalau saya tidak kembali pun, mereka akan kasih saya 10 dollar kepada saya, supaya saya bisa makan minum di Amerika atau di Eropa," katanya.

Sebelumnya, Pendeta Saifuddin Ibrahim telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penistaan agama.

Pendeta Saifuddin Ibrahim diketahui melontarkan pernyataan yang kontroversial dengan meminta Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas untuk menghapus 300 Ayat di Al-Quran dan merevisi kurikulum pondok pesantren.

Sumber: Poskota
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »